Antarajawabarat.com, 6/1 - Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Cianjur, Jawa Barat, selama kurun waktu satu tahun terakhir mencatat 98 orang warga Cianjur teridentifikasi terjangkit HIV/AIDS dan diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah.

"Ke khawatiran kami, hal tersebut akan terjadi jika pihak terkait dan masyarakat, tidak melakukan upaya pencegahan," kata Ketua Pelaksana KPA Cianjur, Suranto di Cianjur, Senin.

Suranto yang juga Wakil Bupati Cianjur itu, mengatakan, pihaknya meminta seluruh lapisan masyarakat agar turut mendukung, salah satunya dengan cara memperhatikan lingkungan sekitar sebagai salah satu yang hal yang paling dekat untuk bisa dicapai.

"Salah satu yang patut untuk diperhatikan sebagai lingkungan paling dekat adalah adalah keluarga-kerabat, tetangga, teman atau ralasi berkenaan dengan perilaku seks dan pemakaian jarum suntik serta obat-obatan terlarang. Kami berharap semua lapisan masyarakat mau dan turut bekerjasama dengan pemerintah," katanya.

Kepedulian tersebut, ungkap dia, sangat dibutuhkan mengingat perilaku seks bebas atau menyimpang serta konsumsi narkoba jenis suntik, selain berisiko menularkan virus yang hingga kini belum ditemukan obatnya itu, dipastikan bisa merusak masa depan seseorang.

"Sudah merusak masa depan, risiko terjangkit HIV/AIDS tentu sangat tinggi. Ini yang harus menjadi perhatian semua pihak. Sehingga perlu perhatian masyarakat minimal dilingkungan masing-masing terlebih dahulu," katanya.

Sedangkan evaluasi pelaksanaan penanggulangan pencegahan penularan HIV/AIDS yang dilakukan KPA, tutur dia, perlu dilakukan untuk mengukur capaian atau sudah sejauh mana, sehingga dari evaluasi tersebut dapat dilihat hasil kinerja KPA selama setahun ke belakang.

Evaluasi tersebut, tambah dia, sangat penting karena akan terlihat semua hasil yang telah dilaksanakan pencapaiannya apakah meningkat atau menurun dari program yang dikerjakan. Pihaknya berharap program KPA ke depan lebih solid dengan adanya koordinasi yang baik dan transparansi dengan berbagai pihak terkait.

"Meski begitu, kami mengakui selama ini kinerja KPA belum bisa maksimal dalam melaksanakan semua program, namun kami tetap melakukan upaya, salah satunya dengan mengadakan sosialisasi mengenai bahaya HIV/AIDS secara gencar dilakukan agar meminimalisir jatuhnya korban jiwa dan melahirkan komunitas warga Peduli AIDS di setiap desa," katanya.***4***(KR,FKR)

Fikri

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2015