Iran mengecam pengiriman bantuan Amerika Serikat ke Gaza sebagai “pertunjukan yang konyol dan pahit”, karena mereka menghalangi upaya internasional untuk melakukan gencatan senjata di wilayah Palestina yang terkepung.

“Langkah simbolis AS untuk mengirim bantuan kemanusiaan adalah sebuah tindakan yang menggelikan dan sekaligus sebuah pertunjukan yang pahit,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Senin.

“Di satu sisi, mereka mencegah gencatan senjata dengan memveto resolusi Dewan Keamanan PBB, dan di sisi lain, mereka mencoba meningkatkan citra penghasut perang di mata masyarakat dunia dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan dengan cara yang simbolis dan konyol," ujar dia melanjutkan pernyataannya.

Dia merujuk pada veto AS terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai gencatan senjata di Gaza, yang dilanda perang pada tiga kesempatan berbeda.

Kanaani mengatakan bahwa dunia kini menyadari sepenuhnya peran Amerika dalam menciptakan dan memperpanjang perang Gaza, dan opini publik tidak akan berubah dengan tindakan simbolis tersebut.

Dia juga mengecam komunitas internasional atas “tindakan lamban yang menyakitkan” dalam mengakhiri perang rezim Israel di Gaza.

“Lebih dari lima bulan setelah serangan brutal Zionis, sayangnya kita menyaksikan tindakan lamban yang sangat menyakitkan dari komunitas internasional, terutama PBB dan Dewan Keamanan yang tugas utamanya adalah memastikan perdamaian dan keamanan internasional," ujar Kanaani.

Diplomat Iran tersebut menyatakan Dewan Keamanan PBB telah gagal memenuhi tugasnya setelah dukungan politik dan militer Washington terhadap rezim Israel dan penggunaan hak veto oleh Amerika Serikat.

Korban bertambah

Warga Palestina yang meninggal akibat serangan mematikan Israel terhadap Jalur Gaza sejak 7 Oktober kini bertambah menjadi 31.112 orang, demikian konfirmasi sumber medis pada Senin.

Menurut mereka, sedikitnya 72.760 orang lainnya juga terluka dalam serangan yang intens tersebut.

“Sedikitnya 67 orang terbunuh dan 106 orang lainnya terluka akibat serangan Israel dalam 24 jam terakhir,” katanya.

Sumber medis menambahkan bahwa banyak korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan dan tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka.

Sebanyak 72 persen korbannya adalah perempuan dan anak-anak, sementara jumlah korban meninggal akibat malnutrisi dan kelaparan naik menjadi 25 orang, katanya.


Sumber: IRNA/WAFA


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran: Bantuan simbolis AS ke Gaza "pertunjukan konyol dan pahit"

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2024