Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian pada Rabu mengatakan bahwa pembunuhan wakil kepala biro politik Hamas, Saleh al-Arouri, adalah peringatan serius bagi negara-negara di Timur Tengah.

“Tindakan jahat Israel di negara-negara lain menimbulkan ancaman nyata terhadap perdamaian dan keamanan, dan peringatan serius bagi keamanan negara-negara di kawasan itu,” kata Amir-Abdollahian di platform media sosial X.

Dia juga mengatakan bahwa pembunuhan Arouri membuktikan bahwa Israel tidak mencapai tujuan apa pun setelah berminggu-minggu melakukan kejahatan perang, genosida, dan penghancuran di Jalur Gaza.

“Saya menyampaikan belasungkawa saya kepada Syekh Ismail Haniyeh, kepala biro politik Hamas, kepada para anggota gerakan pembebasan ini, dan kepada rakyat Palestina yang berani" atas pembunuhan al-Arouri, kata dia.


Hentikan Bahas Gencatan Senjata

Hamas menghentikan pembahasan mengenai gencatan senjata di Jalur Gaza atau kemungkinan kesepakatan pertukaran sandera dengan Israel, demikian sebut sebuah sumber Palestina pada Selasa (2/1).

"Hamas mengatakan kepada mediator keputusannya untuk menghentikan seluruh pembahasan mengenai gencatan senjata Gaza atau pertukaran sandera dengan Israel," ujar sumber tersebut kepada Anadolu.

Keputusan itu diambil tak lama setelah wakil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri dibunuh dalam serangan drone Israel di kantor Hamas di ibukota Lebanon, Beirut, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon.
Hamas telah memastikan bahwa Arouri dan dua komandan sayap bersenjata mereka Brigade Al-Qassam juga tewas dalam serangan itu, dari enam orang korban jiwa dari kejadian itu.

Arouri adalah pemimpin paling senior Hamas yang tewas oleh Israel sejak meletusnya konflik Gaza pada 7 Oktober.

Pada Selasa malam, sebuah pesawat nirawak Israel membunuh Arouri di ibu kota Lebanon, Beirut.

Hamas membenarkan kematian Arouri dan dua komandan Brigade Qassam, sayap militer Hamas, dalam serangan itu, yang menyebabkan sedikitnya enam orang tewas.

Iran mengutuk keras serangan Israel yang menewaskan Arouri tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengatakan serangan itu sekali lagi membuktikan bahwa pondasi rezim Zionis dibangun dengan teror dan kejahatan.

Kanaani mengutuk serangan Israel itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, dan meminta Dewan Keamanan PBB segera menanggapi tindakan teror rezim Zionis itu.

"Pembunuhan Arouri adalah akibat dari ketidakberdayaan dan kekalahan besar (Israel) yang tidak dapat diperbaiki dalam melawan kelompok perlawanan Palestina,” kata dia.

Kanaani mengatakan darah para pemimpin Hamas yang terbunuh pasti akan menciptakan gelombang perlawanan dan motivasi untuk melawan pendudukan Zionis, tidak hanya di Palestina tetapi juga di kawasan tersebut.



Sumber: Anadolu
 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menlu Iran: Pembunuhan Arouri jadi peringatan serius bagi Timur Tengah

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2024