Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengungkapkan Gerindra terbuka kepada siapa pun yang ingin bergabung ke partai besutan Prabowo Subianto, termasuk untuk keluarga Jokowi.
 
“Partai Gerindra adalah partai terbuka, siapa saja bisa masuk ke Gerindra,” kata Habiburokhman usai Silaturahmi Partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Jakarta di Jakarta, Minggu.
 
Ia menjelaskan partainya terbuka tidak hanya kepada anggota keluarga Jokowi, tetapi juga ke masyarakat umum.
 
“Kami terbuka ya, tidak ada dikhususkan ke Gibran, ke Bobby, silakan saja kalau yang ingin masuk Partai Gerindra kami terbuka saja,” lanjutnya.
 
Ia mengatakan pihaknya tidak akan mencampuri urusan partai lain. Menurutnya, kader suatu partai boleh saja mendukung pasangan capres atau cawapres dari partai yang bergabung ke koalisi yang berbeda.
 
“Itu bukan wilayah kami, kami tidak akan intervensi, justru kami menghormati hubungan di antara mereka. Kami doakan bisa diselesaikan dengan baik-baik dan elegan,” tuturnya.
 
Ia berharap perbedaan pilihan antarkader dalam suatu partai tidak sampai mengakibatkan perpecahan.
 
“Banyak hal yang lain yang masih kita lakukan sebagai bangsa dan negara secara bersama-sama memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara,” katanya.
 
Jokowi, anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dan menantu Jokowi, Bobby Nasution, merupakan anggota PDIP. Namun, keluarga Jokowi berbeda sikap dengan partai mereka karena mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
 
Belakangan, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Gibran Rakabuming Raka telah mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) dan berpamitan pada kader PDIP.



Kampanye Negatif Tanda Tak Percaya Diri

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan kampanye negatif yang dilontarkan dari salah satu partai pendukung bakal calon presiden (capres) dan wakil presiden(wapres) merupakan bentuk ketidakpercayaan diri.

"Pasangan calon dalam kontestasi apa pun, ketika dia mulai melakukan kampanye negatif, menunjukkan dia tidak percaya diri untuk menunjukkan nilai jualnya, tidak percaya diri untuk menunjukkan dia punya visi misi yang bisa mengambil hati rakyat," katanya usai Silaturahmi Partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Jakarta di Jakarta, Minggu.

Sebelumnya, pasangan bakal capres dan cawapres yang diusung oleh KIM Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka disebut cerminan dari Neo Orde Baru.
 
"Saya nggak tahu, yang dimaksud Neo Orde Baru apakah dalam konteks positif atau negatif. Kalau dalam konteks positif, ya mungkin saja, di Orde Baru ada hal-hal positif juga, begitu juga di Orde Lama, begitu juga di Orde Reformasi," katanya.
 
Apabila Neo Orde Baru dianggap tidak baik, ia menilai tudingan tersebut sebagai kampanye negatif dari partai pengusung capres-cawapres yang tidak percaya diri dengan nilai jual mereka untuk memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
 
"Itu menunjukkan sudah habis amunisi untuk meyakinkan rakyat, sehingga panik dan melakukan hal-hal yang kurang terpuji, ya itu kembali ke penilaian rakyat," ujarnya.
 
Ia menyebut KIM tidak akan melakukan kampanye negatif yang menyerang salah satu bakal capres dan cawapres.
 
"Politik kami adalah politik merangkul, politik senyumin aja," ucapnya.
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerima pendaftaran tiga pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2024, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, serta Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
 
Pasangan Anies-Muhaimin diusung dan didukung oleh Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Ummat.
 
Pasangan Ganjar-Mahfud diusung dan didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
 
Sedangkan pasangan Prabowo-Gibran diusung dan didukung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Garda Republik Indonesia (Garuda), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), serta Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) yang tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2024.
 

 
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gerindra terbuka untuk Gibran, Bobby, hingga Jokowi bergabung

Pewarta: Sanya Dinda Susanti

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023