Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat, melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memberi akses warga masyarakat mendapatkan komoditas pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
 
"Pelaksanaan GPM ini akan kontinyu, rencana sebulan sekali kami laksanakan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh di Cirebon, Senin.

Baca juga: Bantuan beras tahap kedua tersalurkan 100 persen, sebut Bulog Cirebon
 
Elmi menuturkan untuk pelaksanaan GPM kali ini dipusatkan di Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon yang menyediakan sejumlah bahan pangan di bawah harga pasar.
 
Misalnya beras Program SPHP berjenis medium yang dapat dibeli masyarakat maksimal dua kemasan. Pada kesempatan tersebut, DKP3 Kota Cirebon bersama Bulog menyediakan komoditas itu sebanyak 10 ton.
 
"Beras SPHP harga Rp10.400 per kg dari Bulog sebanyak 10 ton. Ada juga beras premium dengan harga Rp13.000 per kg masih di bawah harga pasar yang Rp15.000," ujarnya.
 
Ia menyebutkan bahan pangan yang banyak diburu masyarakat selain beras adalah telur, dengan harga Rp21.000 per kg. Namun apabila warga membelinya memakai sistem nontunai dengan QRIS, nilainya berkurang menjadi Rp19.000 per kg.
 
Selanjutnya, ujar Elmi, pihaknya menyediakan bawang merah yang dijual Rp20.000 per kg dan minyak dengan harga Rp14.000 per liter atau jauh di bawah harga eceran tertinggi (HET).
 
Menurut dia, GPM akan dilakukan secara rutin supaya kegiatan itu membawa dampak signifikan terhadap pengendalian harga pangan di pasaran.
 
"Memang kami harus melaksanakan secara kontinyu, kalau hanya sekali dalam dua bulan atau tiga bulan kurang terasa. Mulai bulan ini, setiap bulan bisa kita perbanyak lagi frekuensinya. Dua minggu sekali," tuturnya.

Baca juga: Pemkot Cirebon gelar bazar pangan untuk tekan harga beras
 
Setelah di Kelurahan Kalijaga, ia mengungkapkan dalam waktu dekat GPM itu bakal digelar kembali di sejumlah kecamatan.
 
"Nanti kita putar ke kecamatan lain, antara Kecamatan Kejaksan atau Kecamatan Kesambi. Kalau di sini bukan memakai kupon, tapi jual beli secara langsung seperti di pasar," ucap dia.

Pewarta: Fathnur Rohman

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023