Presiden Joko Widodo berpesan kepada para relawan Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) untuk tidak tergesa-gesa atau dalam Bahasa Jawa ojo kesusu terkait Pemilu 2024 karena atraksi politik yang belum selesai.

Dalam Rapimnas Jaman di Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa, Jokowi meminta agar relawan dapat fokus untuk pertumbuhan ekonomi nasional, dibandingkan sibuk dengan urusan politik menjelang Pemilu 2024.

"Saya pesan, urusan (Pemilu) 2024 tidak usah tergesa-gesa. Ojo, ojo kesusu. Kita kerja dulu saja untuk ekonomi negara kita, karena saya melihat atraksi politiknya belum selesai; wira wiri, sana sini, saya melihat masih," kata Jokowi seperti dalam tayangan video yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Jokowi juga menilai bahwa atraksi politik saat ini masih belum selesai, karena partai politik masih mencari format koalisi yang tepat untuk Pemilu 2024. Jokowi pun mengakui bahwa dia hanya mengamati dari jauh terkait koalisi partai, apalagi calon presiden dan calon wakil presiden dari tiap koalisi belum ditentukan.

"Saya enggak tahu partai ini ke sana, partai ini ke sini, partai ini ke sana, partai ini ke sini. Jadi, masih ngalor ngidul," kata Jokowi.

Dia pun meminta agar para relawan tetap giat bekerja dan produktif. Sebab, tegas Jokowi, jangan sampai urusan politik menjelang Pemilu 2023 mengganggu stabilitas ekonomi Tanah Air.

Menurut dia, apabila stabilitas ekonomi terganggu, maka akan sulit untuk mengembalikan ke kondisi perekonomian yang sudah stabil.

"Calonnya juga masih belum jelas, cawapresnya siapa juga belum jelas. Belum jelas, kok malah dijawab. Jadi, kita giat bekerja saja, giat bekerja, kerja saja sehingga produktif. Itu, udah, ke situ aja. Setuju enggak? Belum jelas, kok malah dijawab," ujar Jokowi.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo menegaskan bahwa dirinya fokus bekerja agar Indonesia tidak masuk kategori buruk di tengah berbagai situasi sulit yang melanda dunia maupun stabilitas dalam negeri menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Presiden menyampaikan hal itu saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP Arus Bawah Jokowi (ABJ) di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, di mana ia menyebut dirinya tidak mau kehilangan fokus yang mungkin menyebabkan terganggunya stabilitas politik.

"Saya enggak mau, saya dibawa ke sana ke sini. Kita saat ini masih dalam posisi bekerja, fokus agar negara kita tidak masuk ke dalam kategori-kategori yang tidak baik," kata Jokowi dalam arahannya.

Oleh karena itu, Jokowi mengapresiasi pernyataan Ketua Umum ABJ Michael Umbas bahwa kelompok relawan itu tidak tergesa-gesa dan tetap tenang tanpa terbawa arus di tengah tahun politik menyongsong Pemilu-Pilpres 2024.

"ABJ tidak grasa grusu, masih tenang, tidak terbawa arus ke sana ke sini, dan masih bekerja di bidangnya masing-masing. Itu juga yang saya lakukan," kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan bahwa situasi global masih dilanda kesulitan dan ketidakpastian dampak pandemi COVID-19.

Bahkan menurut Jokowi perekonomian dunia belum tampak tumbuh kembali, antara lain terbukti dengan fakta bahwa 96 negara menjadi "pasien" Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).

"Dulu tahun 1997-1998 enggak ada 10 negara yang jadi pasien IMF, itu goncang semuanya, yang pemerintah kita ambruk saat itu. Sekarang ini 96 negara jadi pasien IMF," ujarnya.

Oleh karena itu, Jokowi kembali mengingatkan bahwa segenap masyarakat Indonesia patut bersyukur karena berada di posisi yang relatif normal antara lain ditilik dari pertumbuhan ekonomi 5,3 persen pada 2022.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jokowi: "Ojo kesusu" karena atraksi politik belum selesai

Pewarta: Mentari Dwi Gayati

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023