Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai kurban dan zakar dari masyarakat yang naik menjadi salah satu indikator ekonomi Jawa Barat  semakin pulih pasca-pandemi COVID-19.
 
Dua indikator ekonomi tersebut dia sampaikan seusai mengikuti Salat Idul Adha bersama ribuan warga di Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis.
 
Pada Idul Adha  2023 ini, menurutnya jumlah nilai kurban meningkat mencapai Rp152 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian pada tahun ini pihaknya mencatat sudah ada sebanyak Rp3,4 triliun uang zakat yang dikelola.
 
"Zakat yang dikelola di tahun 2022 sekitar Rp2,4 triliun, (Januari) sampai Juni sekarang sudah Rp3,4 triliun, sehingga diprediksi di akhir Desember akan terdapat pengumpulan dana zakat dan lain-lain yang dikelola senilai Rp3,7 triliun," kata dia.
 
Dalam kesempatan itu, Ridwan Kamil juga mengucapkan pamit undur diri sebagai Gubernur Jawa Barat karena masa jabatannya segera berakhir. Namun dia menginginkan penjabat gubernur setelahnya bisa membuat sektor ekonomi terus membaik.
 
Di samping itu, dia juga memastikan para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Masjid Raya Al Jabbar sudah ditata dengan baik di titik tertentu. Hal itu merupakan hasil pembenahan dan evaluasi akibat PKL yang belum tertata saat tiga bulan pertama sejak peresmian.
 
"Banyak sekali nikmat yang saya rasakan pagi hari ini dengan angka angka menunjukkan luar biasa. Indeks konektivitas, indeks kerukunan agama, indeks lain-lain," kata dia.




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur: Nilai kurban dan zakat naik indikator ekonomi Jabar pulih

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023