Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menyampaikan Perhimpunan Bangsa- Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sepakat untuk memperkuat implementasi transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran digital antar negara ASEAN.

“Selain itu implementasi transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran digital antar negara sepakat untuk diperkuat,” ujar Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Kamis.

Ia menyebut kesepakatan tersebut sejalan dengan tujuan sentralitas ASEAN, supaya kawasan semakin kuat dan semakin mandiri di masa mendatang.

“Ini sejalan dengan tujuan sentralitas ASEAN, supaya ASEAN semakin kuat dan semakin mandiri,” ujar Presiden Joko Widodo.

Kemarin, dalam agenda ASEAN Leaders’ Interface with Representatives of ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), semua negara anggota ASEAN menyetujui integrasi layanan pembayaran QR Code yang berlaku universal.

“Contohnya, ASEAN QR Code semuanya setuju. Antara Indonesia dengan Thailand sudah, dengan Singapura, tapi ini lanjut lagi di semua ASEAN. Bayangkan sampai Myanmar aja, disiapkan QR Code juga. Ini arti dari centrality, itu kita jalankan kita push,” ujar Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasjid.

Dalam pertemuan tersebut, Ia menyebut semua kepala negara menyetujui layanan QR Code di antara negara- negara anggota ASEAN, namun, setiap negara memiliki posisinya masing-masing.

“Semua sepakat setuju (pemimpin negara), tapi, untuk posisi setiap negara berbeda- beda. Jadi kalau bisa lima, lima dulu, enam, enam dulu, Nanti semua negara akhirnya bisa masuk,” ujar Arsjad.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden: ASEAN sepakat perkuat implementasi transaksi mata uang lokal

Pewarta: Muhammad Heriyanto

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023