Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan berintensitas ringan hingga lebat yang disertai petir akan melanda sejumlah kota besar di Indonesia, Selasa (2/5) 2023..

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman www.bmkg.go.id, di Jakarta, Selasa disebutkan bahwa pada pagi hari, hujan berintensitas ringan akan mengguyur wilayah Jambi, Tarakan, dan Jayapura.

Sementara pada siang hari, hujan ringan berpeluang turun di wilayah Jambi, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Manokwari, Kendari, Manado, Padang, Palembang, dan Medan.

Wilayah Banda Aceh, Serang, Bandung, dan Ambon akan diguyur hujan berintensitas sedang, sedangkan Pangkal Pinang diperkirakan hujan disertai petir.

Memasuki malam hari, hujan ringan berpotensi membasahi wilayah Serang, Bandung, Palangkaraya, Ternate, Pekanbaru, dan Padang. Wilayah Manokwari diperkirakan diguyur hujan berintensitas sedang. Adapun Mamuju dan Medan diprediksi dilanda hujan lebat.

Hujan berintensitas ringan masih akan mengguyur beberapa kota besar di Indonesia pada Rabu (3/5) dini hari, seperti di Gorontalo, Surabaya, Tarakan, Ternate, dan Pekanbaru. Sedangkan hujan disertai petir akan melanda Wilayah Jambi.

Warga yang tinggal di daerah-daerah yang diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sebaiknya meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi kemungkinan terjadi genangan atau banjir.
Sebelumnya, dua jembatan penghubung utama antarkecamatan di Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, tidak dapat dilalui untuk sementara karena putus dan rusak berat setelah dihantam banjir bandang Senin (1/5/2023) sehingga pengguna jalan diarahkan ke jalur alternatif.

Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo di Cianjur Senin, mengatakan banjir bandang yang melanda Kecamatan Ciranjang dan Bojongpicung, akibat air Sungai Ciranjang meluap, membuat sejumlah fasilitas umum termasuk jembatan permanen dan jembatan gantung rusak berat.

"Untuk jembatan gantung tidak dapat dilalui sama sekali karena tali sling putus di beberapa bagian, sehingga aktivitas warga di kedua wilayah terhambat karena warga harus mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh," katanya.

Sedangkan jembatan permanen antarkecamatan di Desa Ciranjang sepanjang 80 meter, ungkap dia, mengalami rusak berat terutama di bagian landasan dan tiang penyangga jembatan yang tergerus banjir, sehingga arus kendaraan yang melintas hanya dapat dilalui satu jalur.

Rusaknya kedua jembatan tersebut, sudah dilaporkan ke Dinas PUPR Cianjur, agar segera dilakukan perbaikan termasuk jembatan permanen penghubung Kecamatan Ciranjang dan Bojongpicung di Desa Ciranjang yang saat ini hanya dapat dilalui bergantian satu jalur.

"Kami juga mencatat tiga bangunan sekolah dan satu tempat ibadah rusak akibat dihantam derasnya air bah. Untuk kerusakan-nya sudah dilaporkan ke dinas terkait di Pemkab Cianjur, agar dapat dilakukan tindakan cepat untuk perbaikan," katanya.

Kepala Desa Ciranjang, Deden Efendi, mengatakan pihaknya berharap perbaikan jembatan permanen dan jembatan gantung yang rusak akibat banjir dapat segera dilakukan karena keduanya merupakan akses terdekat warga untuk sampai ke pusat kecamatan dan Pasar Ciranjang.

"Untuk jalur alternatif banyak, namun jarak tempuh terutama bagi warga dari Bojongpicung ke Ciranjang harus memutar ke jalan nasional Bandung-Cianjur, terutama warga yang hendak menjual hasil bumi ke Pasar Ciranjang, kalau lewat jembatan hanya beberapa menit sudah sampai," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG prakirakan hujan ringan hingga lebat landa sejumlah kota besar

Pewarta: Fathur Rochman

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023