Siswa SMPN 7 Kota Bogor Alfin Alfarizqi mendapatkan sejumlah hadiah serta menjadi anak asuh Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso setelah aksinya yang viral membantu membuka jalan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) sektor Ciomas, Kabupaten Bogor yang sedang terjebak macet di Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan pada Kamis (19/1).

"Semalam dapat banyak, ada sepatu juga dari Kapolresta. Ini juga ambil sepatu dari pak Wali Kota Bogor, sudah pas, kemarin siang belum pas," kata Alfin di Media Center Balai Kota Bogor, Selasa.

Alfin mengaku didatangi Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso pada Senin (23/1) malam dan mengangkatnya menjadi anak asuh.

Siswa yang aktif sebagai anggota pramuka itu menuturkan bahwa kedatangan rombongan Satlantas Polresta Bogor Kota bersama Kapolresta Bogor Kota awalnya membuat keluarganya kaget.

"Saya disangka narkoba, tawuran. Padahal karena itu (viral)," ujarnya.

Alfin yang datang menjajal sepatu barunya setelah bertemu Sekretaris Daerah Kota Bogor di Balai Kota Bogor mengaku senang didatangi dua pimpinan di kota hujan ini.

Pertama, Wali Kota Bogor Bima Arya mendatangi rumah Alfin Alfarizqi di di Kampung Muara Kidul, Pasir Jaya, Bogor Barat, Senin (23/1) siang, kemudian Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso bersama Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria pada malam harinya.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menyatakan mengagumi Aflin Alfarizqi yang memang berprestasi menjadi juara Pramuka Jambore Nasional.
"Siap menjadi bapak asuh, baik saat saya menjabat (Kapolresta Bogor) atau tidak nantinya. Artinya, silaturahim tidak terputus bagi dia yang saya kagumi,” katanya.

Kombes Bismo berharap aksi heroik yang dilakukan Alfin Alfarizqi mampu menjadi motivasi dan menginspirasi masyarakat Kota Bogor lainnya.

“Semoga jadi inspirasi, pemuda seumuran dia ini memiliki jiwa yang bersih, jiwa murni dalam menolong orang lain dengan ikhlas. Semoga menjadi bahan motivasi bagi kita semua untuk mencontoh dia,” ungkapnya.


Orang tua asuh

Sementara itu Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto siap mengasuh anak berusia 11 tahun warga Kota Malang, Jawa Timur, yang menjadi yatim piatu akibat kedua orang tuanya meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Budi, saat ditemui ANTARA di Kabupaten Malang, Senin mengatakan sesuai arahan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, terhadap keluarga korban khususnya anak yang ingin mendaftar anggota kepolisian, akan ada proses rekrutmen.

"Itu untuk yang waktunya sudah mau masuk. Tapi jika waktunya masih panjang, kita akan jadi orang tua asuh," kata Budi.

Baca juga: Bocah yatim piatu akibat tragedi maut Kanjuruhan itu tetap bercita-cita jadi polisi

Sebelumnya diberitakan M Alfiansyah seorang anak berusia 11 tahun menjadi yatim piatu akibat kedua orang tuanya meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, bercita-cita menjadi seorang polisi.

Kedua orang tua kandung Alfiansyah yakni M Yulianton (40) dan Devi Ratna Sari (30) yang meninggal dunia akibat peristiwa kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam itu.

Budi mengatakan, jika memang sang anak bercita-cita untuk menjadi seorang polisi, maka nantinya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menyekolahkan Alfiansyah hingga selesai dan setelah itu didaftarkan ke kepolisian.

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023