ANTARAJAWABARAT.com,1/10 - Petambak udang lobster air tawar di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku kesulitan memenuhi pesanan sejumlah rumah makan karena produksi mereka terbatas.

Petambak udang lobster di Desa Pamengkang Kecamatan Mundu, Arief kepada wartawan di Cirebon, Senin, mengatakan, pesanan udang lobster air tawar dari sejumlah rumah makan di Cirebon dan Bandung terus meningkat, tapi produksi musim kemarau terbatas sehingga tidak bisa dipenuhi.

"Udang lobster air tawar, semakin diminati konsumen sehingga pesanan meningkat, kesempatan bagi petambak di Pantura untuk memacu usaha mereka karena sangat menguntungkan,"kata Arief.

Menurut dia, pengembangan udang lobster air tawar mudah dan praktis, selain itu hemat pakan dibandingkan dengan ikan mas, mujair, gurami, petambak untung karena harganya tinggi.

Harga udang lobster air tawar ukuran satu kilogram 12 ekor mencapai Rp130 ribu per kilogram, sedangkan kualitas dibawahnya dijual Rp110 ribu per kilogram.

Kendala usaha tambak udang lobster air tawar, kata dia, cuaca panas kulit udang sering ngelupas, selain itu penetasan terhambat, terpaksa menunggu musim penghujan.

Sementara itu Kasman petambak udang lobster asal Kuningan mengaku, usaha pengembangan udang lobster air tawar sangat menjanjikan dibandingkan ikan dan lele.

Dikatakannya, harga udang lobster masih bertahan tinggi karena permintaan meningkat, sehingga menguntungkan bagi petambak, selain itu mudah mendapatkan pakan.

Bagi petambak di Kuningan memanfaatkan air mengalir, kata dia, cukup menghemat karena tidak mengunakan alat penggerak air, pertumbuhannya cepat dibandingkan di Pantura.

"Pesanan udang lobster berdatangan dari sejumlah rumah makan, terutama Bandung dan Jakarta, setiap pekan mereka rata-rata memesan sekitar 50 kilogram,"katanya.

Produksi udang lobster air tawar musim kemarau, kata dia, berkurang dibandingkan penghujan, kendalanya cuaca panas mudah terserang penyakit, sehingga petambak kesulitan memenuhi permintaan pelanggan.***3***

Enjang S

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2012