Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat segera membuka kembali Taman Air Mancur "berjoged" Sri Baduga sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat dan membangkitkan destinasi wisata di daerah tersebut.

"Hari ini kami melakukan pengecekan sarana dan prasarana Taman Air Mancur Sri Baduga, karena akan dioperasikan kembali, untuk menarik kunjungan wisatawan," kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, dalam keterangan pers di Purwakarta, Jumat.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan segala fasilitas di kawasan wisata tersebut bisa berfungsi.

"Kegiatan ini adalah rangkaian dari persiapan peringatan Hari Jadi Purwakarta. Kami masih belum menerapkan tiket bagi warga yang akan ke Taman Air Mancur Sri Baduga. Jadi masih gratis," kata bupati.

Menurutnya, dengan kembali dioperasikan-nya Taman Air Mancur Sri Baduga, diharapkan dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Purwakarta. Sehingga bisa mendorong peningkatan dan pertumbuhan para pelaku usaha setempat.

Sementara itu, sebelum menjadi Taman Air Mancur Sri Baduga, taman itu merupakan danau yg cukup luas berbentuk bulat yg disebut Situ Buleud.

Asal usul Situ Buleud berkaitan dengan peristiwa perpindahan ibu kota Kabupaten Karawang dari Wanayasa ke Sindangkasih, tepatnya sejalan dengan pembangunan infrastruktur Kota Purwakarta pada tahap awal.
Situ Buleud dibuat atas gagasan Bupati R. A. Suriawinata yang memerintah antara tahun 1830 hingga pertengahan tahun 1831. Situ Buleud dibuat dengan dua tujuan dan kegunaan, sebagai sumber air bagi kepentingan pemerintah dan masyarakat kota Purwakarta.

Beberapa tahun yang lalu, Situ Buleud sudah berganti nama menjadi Taman Air Mancur Sri Baduga yang merupakan air mancur terbesar Se-Asia Tenggara. Taman ini merupakan destinasi wisata unggulan di Purwakarta yang terkenal dengan arsitektur-nya yang unik dan air mancur yang berjoged mengikuti irama musik. 
 

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022