Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat menyampaikan, minat masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 yang diselenggarakan di pusat keramaian maupun masjid besar pada malam hari cukup banyak, setiap harinya bisa mencapai puluhan orang.

"Alhamdulillah dengan kami buka malam, minat masyarakat untuk vaksin cukup baik, kemarin di Masjid Agung sampai 30 orang lebih, itu terhitung baik daripada tidak," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra kepada wartawan di Tasikmalaya, Selasa.

Baca juga: Bupati Garut minta Provinsi Jabar perbaiki jalan rusak di selatan

Ia menuturkan tim vaksinator dari Dinkes Kota Tasikmalaya terus berupaya menggenjot capaian vaksinasi dosis 2 maupun 3 salah satunya dengan menggelar vaksinasi saat malam hari di Bulan Ramadhan agar masyarakat sehat dan kuat untuk melawan wabah COVID-19.

Menurut dia antusias warga untuk divaksin malam hari cukup tinggi, seperti kegiatan vaksinasi di masjid yang digelar setelah menunaikan salat tarawih.

Namun vaksinasi di masjid itu, kata dia, orangnya cenderung sama, sehingga tim vaksinator harus pindah-pindah tempat agar semua elemen masyarakat terlayani.

"Kalau yang salat tarawih di Masjid Agung orangnya itu itu lagi, ya kami harus pindah tempat, kami juga akan lakukan evaluasi, namun selama cakupan masih puluhan, itu masih akan dilaksanakan di sana," katanya.

Ia menyampaikan selama Ramadhan kegiatan vaksinasi malam hari tidak hanya di masjid melainkan digelar juga di pusat perbelanjaan dan beberapa puskesmas.
 

"Kami tak hanya melakukan vaksinasi malam di Masjid Agung, tapi juga Asia Plasa, beberapa puskesmas juga ada yang membuka layanan vaksinasi malam," katanya.

Ia menambahkan kasus penularan wabah COVID-19 di Kota Tasikmalaya dalam kondisi stabil, diharapkan tidak lagi terjadi peningkatan kasus.

Ancaman penularan wabah COVID-19, kata dia, masih terjadi apalagi saat musim libur Lebaran yang akan terjadi peningkatan mobilisasi warga, sehingga perlu antisipasi dengan tetap protokol kesehatan dan vaksinasi.

"Kami melakukan antisipasi sesuai dengan arahan pusat, kaitan dengan 'tracing' dan 'tracking' karena daerah juga diminta tak terlalu ketat atau kaku yang penting masyarakat sudah di-'booster'," katanya. ***3***

Baca juga: Ridwan Kamil resmikan Pasar Rakyat Jabar Juara di Depok

Baca juga: Jabar siap revitalisasi wisata Situ Gede di Kota Tasikmalaya

 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Feri Purnama


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022