Badan Pengelola Taransportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera memulai pembangunan jembatan layang atau sky bridge penghubung terminal dengan Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mulai April 2022.

"Jadi kita harapkan ground breaking dapat dilakukan pada bulan April," ungkap Direktur Prasarana BPTJ, Jumardi saat dihubungi di Bogor, Kamis.

Menurutnya, pembangunan jembatan layang segera dilakukan setelah tahapan lelang selesai. Dalam situs resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kemenhub, proyek senilai Rp16,5 miliar itu sudah memasuki tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknisi, dan harga.

Tahapan lelang selanjutnya yaitu penetapan pemenang pada 15 Maret 2022, dan proses penandatanganan kontrak pekerjaan pada 28 Maret hingga 1 April 2022.

Dalam situs tersebut, ada tujuh perusahaan yang mengajukan harga penawaran beragam, mulai dari Rp13,2 miliar hingga Rp14,5 miliar.

Jumardi menyebutkan, pembangunan jembatan layang Bojonggede ini sepenuhnya dibiayai oleh APBN melalui anggaran BPTJ tahun 2022. Sementara Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk pembebasan lahan.
"Keberadaan jembatan layang tersebut nantinya diharapkan akan dapat mengurangi kesemrawutan kondisi lalu lintas di sekitar Stasiun Bojonggede seperti yang terjadi saat ini," terang Jumardi.

Jembatan layang penghubung terminal angkutan tipe C dengan Stasiun Bojonggede itu memiliki panjang 243 meter dan lebar 3 meter. Masing-masing sudutnya akan dilengkapi dengan area semacam aula.

Aula tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas eskalator, lereng untuk penyandang disabilitas, toilet, dan mushala. Kemudian, khusus aula di bagian stasiun ada tambahan fasilitas berupa ruangan loket dan gerbang taping atau perekaman.

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022