Bandung, 20/1 (ANTARA) - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat berharap para calon kepala daerah tidak hanya mengincar jabatan semata namun bisa memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan dasar masyarakat.

"Terkait pelaksanaan beberapa pilkada di Jabar, kami berharap para calon kepala daerah itu tidak hanya mengincar jabatan semata," kata Ketua Ikatan Alumni GMNI Jawa Barat Abdi Yuhana, disela-sela Pengukuhan IA GMNI Jawa Barat, di Hotel Aston Primera Kota Bandung, Sabtu.

Menurut Abdi, calon kepala daerah harus bisa menyisihkan waktunya untuk kepentingan dan kebutuhan dasar masyarakat seperti kebutuhan akan pendidikan, kesehatan, sandang dan pangan.

"Selama ini pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat ini masih minim dilakukan oleh para kepala daerah. Misalnya masyarakat masih belum mendapatkan akses pendidikan, juga banyak masyarakat yang tidak terlayani kesehatannya," kata Abdi.

Pihaknya juga menilai, selama ini para kepala daerah lebih sibuk membangun image atau pencitraannya daripada mengurus kebutuhan dasar masyarakat.

"Jadi selama mereka (kepala daerah) saat menjalankan kepemimpinannya lebih banyak mengedepankan kegiatan-kegiatan personalnya," ujarnya.

Ia menuturkan, seharusnya pemimpin itu memiliki cara pandang mengelola daerahnya sesuai kebutuhan masyarakatnya karena Jawa Barat memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa.

Selain itu, pihaknya juga berharap para kepala daerah dan pejabat lainnya untuk peka terhadap kondisi bangsa saat ini, khususnya dalam menanggulangi bencana yang sering terjadi seperti banjir, longsor dan bencana angin puting beliung.

Ia menambahkan, para alumni GMNI, khususnya yang berada di Jawa Barat akan selalu menjaga tegaknya NKRI di tanah air ini dan ingin mengadvokasi masyarakat tentang bagaimana cara hidup rukun dan damai dalam beragama.

"Sikap yang akan dilakukan oleh para alumni GMNI ialah menjaga NKRI. Selain itu, kami juga akan mengawal perda-perda kebangsaan yang sektarian seperti masalah GK Yasmin di Bogor," kata Abdi.***1***

Ajat S

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2012