Bupati Bogor, Ade Yasin meresmikan 17 rumah pengganti atau hunian tetap (huntap) bagi korban bencana longsor yang terjadi di Desa Wangunjaya, Leuwisadeng pada 3 Mei 2020.

"Alhamdulilah terima kasih kepada Kades Wangunjaya yang sudah menghibahkan tanahnya untuk masyarakat dan warganya sehingga hari ini huntap bisa kita resmikan,” ungkapnya usai peresmian huntap di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Menurutnya, huntap tersebut merupakan rumah percontohan tahan gempa, karena konsep bangunannya menggunakan sistem Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang dilengkapi dengan struktur bangunan responsif terhadap gempa.

“Sistem ini Insya Allah tahan gempa, jadi kalau gempa mungkin ini lebih kuat, karena teknologinya sudah diuji, sebab RISHA ini selain sistem knock down juga penggabungan panel-panel beton dengan baut,” terangnya.

Ade Yasin menyebutkan, 17 huntap yang dibangun di atas lahan seluas 2.350 meter persegi itu juga sudah dilengkapi dengan instalasi listrik berkekuatan 900 watt dan aliran air bersih.

"Janji saya sebagai Bupati Bogor dengan program Pancakarsa sudah 80 persen itu sudah ditepati, termasuk Huntap ini,” kata Ade Yasin.
Pasalnya, selain membangun huntap untuk korban bencana di Leuwisadeng, Pemkab Bogor juga membangunnya di Sukajaya dan Cigudeg untuk korban bencana banjir dan longsor yang terjadi pada awal Januari 2020.

Menurutnya, mengingat jumlah huntap yang terbangun untuk korban bencana di Kecamatan Jasinga, Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya itu mencapai ribuan, ia menunggu kesiapan Presiden Joko Widodo untuk meresmikannya.

“Karena beliau (Presiden Jokowi) concern langsung terhadap pembangunan huntap untuk korban bencana di empat kecamatan wilayah Bogor Barat,” tuturnya.
 

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022