Berikut adalah ringkasan perkembangan pandemi COVID-19 di berbagai belahan dunia hari ini:

Ilmuwan waspadai peningkatan kasus sepupu Omicron BA.2

Virus corona varian Omicron yang sangat menular –umumnya dari jenis yang dikenal sebagai BA.1– kini menyumbang hampir semua kasus COVID-19 di seluruh dunia, meskipun lonjakannya yang dramatis telah mencapai puncaknya di sejumlah negara.

Baca juga: Kabar terbaru pandemi COVID-19 dunia

Para ilmuwan kini melacak kenaikan kasus yang disebabkan oleh sepupu dekatnya, BA.2, yang mulai mengungguli BA.1 di sejumlah negara Eropa dan Asia.

Beberapa laporan awal menunjukkan bahwa BA.2 kemungkinan jauh lebih menular daripada BA.1, tapi sejauh ini belum ada bukti subvarian ini lebih tahan terhadap vaksin.

China hukum petinggi perusahaan karena 'mengganggu' pencegahan COVID

Penyelidikan terhadap sektor rantai pasokan suhu dingin China telah menyeret sejumlah manajer, petinggi dan pemilik perusahaan ke ranah hukum karena dinilai gagal memenuhi standar pencegahan COVID, kata badan pengawas korupsi CCDI dalam sebuah pemberitahuan.
Sejumlah pejabat telah dikeluarkan dari Partai Komunis dan mereka juga akan menghadapi hukuman pidana, menurut pemberitahuan yang dirilis CCDI Minggu malam.

Baca juga: Kabar terkini pandemi COVID-19 di dunia

China telah menjadi satu-satunya negara yang menilai bahwa COVID bisa ditularkan lewat pasokan rantai-dingin seperti daging dan ikan beku, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menganggap risiko itu kecil kemungkinannya.

Spotify akan pasang peringatan konten pada siniar tentang COVID

Spotify Technology SA akan menambahkan "peringatan konten" di setiap episode siniar (podcast) yang membahas COVID, kata CEO Daniel Ek, setelah mendapat tekanan dari beberapa legenda musik.

Peringatan itu akan mengarahkan pendengar ke pusat informasi dan fakta COVID dari pakar kesehatan, serta tautan ke sumber-sumber tepercaya.

Langkah itu diambil setelah penyanyi-penulis lagu Neil Young dan Joni Mitchell memutuskan untuk menghapus karya mereka dari Spotify sebagai protes karena menyuarakan informasi yang salah tentang vaksin COVID.

Australia laporkan lebih sedikit kematian akibat COVID

Australia mencatat angka harian terendah kematian akibat COVID dalam dua pekan pada Senin, sementara kasus baru terus menurun.

Baca juga: Kabar COVID-19 dunia, dari masker terbaik sampai gangguan daya ingat

Pemerintah menghadapi kekurangan staf akibat wabah ketika ribuan siswa kembali ke sekolah setelah libur musim panas.

Masker wajib dipakai di dalam ruangan bagi anak-anak yang lebih tua dan jutaan alat tes antigen mandiri yang masih belum banyak tersedia di toko-toko akan disebarkan ke keluarga-keluarga secara gratis.

Anak-anak sekolah diminta untuk menjalani tes COVID dua kali sepekan.

Sekitar 40 persen anak berusia 5-11 tahun telah disuntik dosis pertama vaksin, sementara sekitar dua pertiga warga Australia yang berhak divaksin telah menerima dosis penguat (booster).
 
Booster lewat hidung gunakan paku protein virus

Setelah tubuh menjadi "prima" oleh vaksin berbasis mRNA untuk mengenali dan menyerang virus corona, sebuah booster berisi protein paku virus yang sudah dimurnikan dan bisa diberikan lewat hidung akan memiliki banyak kelebihan, kata para peneliti.

Strategi "Prime and Spike" itu menggunakan vaksin booster yang kini sedang diujicobakan pada hewan.

Pada tikus dengan kekebalan yang berkurang setelah dua suntikan dosis vaksin Pfizer/BioNTech, vaksin dari protein paku yang dimurnikan meningkatkan respons kekebalan lini pertama dan kedua pada hidung, paru-paru dan darah, serta melindungi dari dosis virus yang mematikan.

Temuan itu dilaporkan oleh para peneliti pada Rabu di bioRxiv sebelum ditinjau ulang oleh rekan sejawat.

Pada tikus yang sistem kekebalan tubuhnya belum "prima" oleh vaksin mRNA, vaksin protein paku itu tidak memiliki efek. Hal itu disebabkan karena vaksin protein paku memanfaatkan imunitas adaptif tubuh yang terbangun oleh vaksin mRNA.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kabar COVID-19 dunia, dari Omicron hingga alat pendeteksi corona

Pewarta: Anton Santoso

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022