Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan aparatur sipil negara (ASN) setempat membeli 850 ton beras lokal bernama Carita Makmur dalam setahun demi pemberdayaan petani.

"Beras Carita Makmur yang diproduksi oleh 18 Gapoktan di Kabupaten Bogor dengan target 85 ton per bulan," ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Sity Nurianti di Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu.

Baca juga: Berdayakan petani, ASN Bogor ditarget beli 850 ton beras lokal

Menurutnya, program Gerakan Beli Beras Petani Bogor dilakukan pada masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Ade Yasin-Iwan Setiawan pada tahun 2019 berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pembelian beras oleh aparatur sipil negara pada Pemkab Bogor.

"Dilanjutkan dengan SPK Tanggal 17 Februari Tahun 2020 sebanyak 22 Kelompok Tani dan SPK Tanggal 17 Februari Tahun 2021 sebanyak 23 Kelompok Tani," kata Nurianti.

Ia menyebutkan bahwa setiap tahunnya target pembelian Beras Carita Makmur oleh ASN Kabupaten Bogor meningkat, seperti pada tahun 2022 sebanyak 875 ton dan tahun 2023 sebanyak 900 ton.
Program pemberdayaan petani lainnya yang dilakukan oleh Pemkab Bogor yaitu Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Pemkab Bogor tahun ini mengalokasikan anggaran senilai Rp900 juta untuk program tersebut.

Manfaat asuransi tani tersebut adalah memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi bencana kekeringan. Sehingga, ketika terjadi gagal panen, maka petani dapat melakukan klaim untuk mendapatkan dana pengganti.

Baca juga: DPRD tak ingin beras impor masuk Jawa Barat karena diprediksi surplus

Baca juga: DPRD Bogor kumpulkan 60 ton beras bagi warga terdampak PPKM darurat

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022