Rombongan Asaatizhah Kota Depok, Jawa Barat, melakukan bakti sosial dan memberikan bantuan bagi pengungsi korban letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Ketua Asaatizhah Kota Depok, Ustadzah Yati Priyati, melalui telepon selulernya, Rabu, mengatakan bantuan yang disampaikan kepada para pengungsi dihimpun dari para donatur berupa uang tunai serta logistik dan pakaian.
Menurut Yati, donasi berupa uang tunai senilai Rp60 juta dibagi menjadi 600 amplop telah disampaikan langsung kepada para pengungsi di empat lokasi pengungsian di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, yakni di gedung Sekolah Dasar, di Puskesmas dan di tenda pengungsian.
"Kami juga mendatangi beberapa rumah warga korban erupsi yang pada siang hari pengungsi laki-laki mulai kembali ke rumah untuk memperbaiki kondisi rumah yang rusak," kata ustadzah yang sering mengisi program rohani di stasiun televisi ini.
Rombongan Asaatizhah Kota Depok difasilitasi oleh pengurus Baznas Kabupaten Lumajang dalam menyampaikan bantuannya kepada para pengungsi, pada Selasa dan Rabu (28-39/12).
"Kami didampingi oleh pengurus Baznas Kabupaten Lumajang, mendatangi lokasi pengungsian di empat lokasi dan beberapa rumah warga," katanya.
Bantuan berupa logistik dan pakaian yang dibawa oleh rombongan Asaatizhah Kota Depok disampaikan melalui Baznas Kabupaten Lumajang, untuk didistribusikan kepada para pengungsi.
Rombongan Asaatizhah Kota Depok dibantu oleh Tim Tanggap Bencana Baznas Kabupaten Lumajang menyampaikan bantuan kepada pengungsi korban erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (28/12/2021). (ANTARA/HO-Asaatizah Depok)
Bantuan tersebut berupa pakaian dewasa yang baru dan layak pakai, pakaian bayi yang baru, mi cepat saji (instan), air mineral kemasan, biskuit dan makanan bayi serta kain sarung dan mukena.
Pada kesempatan tersebut, rombongan Asaatizhah Kota Depok juga mengunjungi dapur umum di lokasi pengungsian serta ke lokasi tempat penampungan bantuan logistik untuk para pengungsi.
Ustadzah Yati menuturkan, para pengungsi di empat lokasi pengungsian yang dikunjungi tampak bersikap optimis dan tabah. Apalagi, pemerintah dan relawan memberikan perhatian, baik kebutuhan logistik, pakaian serta kebutuhan lainnya.