Melalui Program Pinky Movement, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga  Regional Jawa Bagian Barat  menyerahkan bantuan pinjaman modal usaha kepada pelaku usaha mikro, dan kecil (UMK) Rudi Suherman, pemilik Toko Baldah Ban di Kota Sukabumi.

Bantuan dalam bentuk pinjaman modal diberikan untuk mengembangkan usaha vulkanisir ban yang digeluti Rudi sejak tahun 2015. Vulkanisir ban atau dikenal dengan retreading adalah proses remanufaktur yang bertujuan untuk menambah umur ban yang telah digunakan. Proses ini dilakukan dengan cara melapisi kembali ban yang telah aus digunakan dengan tapak baru, untuk membuat telapak ban pihaknya menggunakan gas elpiji untuk proses pemanasan mesin boiler.

Bertempat di toko Baldah Ban Jl.Raya Baros Kota Sukabumi pemberian bantuan pinjaman modal usaha ini disampaikan langsung oleh Sales Branch Manager Rayon 1 Sukabumi Andi Arifin pekan lalu. Andi menjelaskan bahwa bantuan pinjaman modal yang diberikan  selama 3 tahun dengan jasa administrasi 6% per tahun bisa menambah omzet produksi serta berkembangnya usaha vulkanisir ban milik Rudi yang terdampak pandemi Covid-19.

Rudi mengungkapan rasa syukurnya terhadap Pertamina yang telah memberikan perhatian padanya dan para pegiat UMK lainnya melalui progam Pinky Movement yang disampaikan oleh salah satu Agen Elpiji Non Subsidi yang menjadi supplier Bright Gas tempat usahanya. Ia juga mengaku lebih memilih Bright Gas untuk mendukung produksinya yang menekuni usaha vukanisir ban.

"Saya lebih memilih menggunakan Bright Gas untuk mendukung usaha vukanisir karena lebih aman dan sesuai dengan usaha saya dibanding denggan menggunakan tabung 3kg, ” pungkas Rudi. Bantuan pendanaan melalui Pinky Movement hadir dimana saya membutuhkan pinjaman untuk bisa bertahan usaha dan bangkit kembali setelah masa pandemi ini,dan saya merasa terbantu sekali,” ungkap Rudi.

Selain memberikan bantuan pendanaan, Pertamina juga melakukan sejumlah program pembinaan kepada para mitra binaan hingga mampu menjadi UMK naik kelas. 

Program ini juga mengajak pelaku UMK beralih dari LPG 3 kg ke Bright Gas sehingga mampu menekan penggunaan produk gas subsidi yang tidak tepat sasaran.

"Kami berharap bantuan ini bisa membawa bisnis dari Toko Baldah Ban makin berkembang. Penggunaan Bright Gas juga sangat tepat untuk mendukung kegiatan usaha ini," ungkap Sales Branch Manager Rayon 1 Sukabumi Andi Arifin.

Sementara itu Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, dalam kesempatan yang terpisah mengungkapkan “Pinky Movement adalah program pembiayaan dan pembinaan usaha kecil untuk mendorong konversi dari penggunaan LPG subsidi ke LPG non subsidi, yang bertujuan memperluas pangsa pasar Bright Gas, mendorong konversi LPG subsidi ke LPG non subsidi (Bright Gas) dan mendorong usaha kecil untuk naik kelas,” kata Eko.

Pewarta: Inforial

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021