ANTARAJAWABARAT.com, 5/7 - Sebanyak 40 perwakilan dari 15 negara yang tergabung dalam forum pengekspor minyak "The Internasional Federation of Esential Oils and Aroma Trades" mengunjungi tempat pengolahan akar wangi atau minyak atsiri di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa.
Wakil ketua program dan hubungan kelembagaan yang memimpin rombongan kunjungan negara asing tersebut, Feri Agustian Soleh mengatakan warga asing dari 15 negara itu merupakan perwakilan dari 33 perusahaan industri pewangi.
Kedatangan para pengusaha pewangi tersebut, kata Feri untuk melihat langsung lahan tanaman dan pengolahan penyulingan akar wangi di Desa Sukakarya yang dijadikan sentra akar wangi di Indonesia.
Tindak lanjut dari kunjungan itu diharapkan Feri dapat menjalin kerja sama dengan para pengusaha akar wangi di Indonesia untuk menjadi bahan pewangi di negaranya mereka masing-masing.
"Kunjungan ini karena mereka (orang asing) tertarik pada industri minyak wangi di Garut, kita harapkan ada kelanjutan kerja sama untuk bahan-bahan pewangi mereka," katanya.
Sementara itu Ketua Asosiasi Pengelola Minyak Atsiri, Jawa Barat, Ede Kadarusman, berharap kunjungan para pengusaha pewangi dari luar negeri dapat lebih membuka akses dalam mengembangkan usaha minyak atsiri di pasar internasional.
"Mereka itu selama ini sudah menjadi pembeli, tapi belinya di eksportir, harapannya bisa langsung kontak dengan pengusaha biar untungnya lebih besar," kata Ede.
Akar wangi yang diolah menjadi minyak atsiri di Kabupaten Garut, kata Ede, mencapai 50 ton hingga 60 ton per tahun yang sudah mampu mengekspor ke sejumlah negara Eropa dan Asia.
Produksi minyak atsiri di Indonesia khususnya di Kabupaten Garut sebagai sentra, dijelaskan Ede, belum mampu memenuhi kebutuhan dunia yang mencapai 250 ton per tahun.
"Dengan menjalin kerja sama langsung nanti, kita berharap dapat meningkatkan produksi dengan cara pengolahan yang maksimal, sehingga kebutuhan dunia dapat terpenuhi," katanya.
Sementara itu 15 negara itu terdiri dari negara India, Amerika, Srilangka, Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Australia, Swiss, Afrika, Jepang, India, Inggris, China, Francis, dan Columbia.
Rombongan warga negara asing tersebut melihat langsung ke lokasi lahan tanaman akar wangi yang sudah memasuki musim panen di perbukitan Desa Sukakarya.
Kemudian para pengusaha pewangi dari mancanegara itu mendatangi tempat penyulingan yang dikelola langsung Koperasi Akar Wangi Kabupaten Garut yang dipimpin Ede Kadarusman.***5***
(U.KR-FPM/C/Y008/B/Y008)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2011
Wakil ketua program dan hubungan kelembagaan yang memimpin rombongan kunjungan negara asing tersebut, Feri Agustian Soleh mengatakan warga asing dari 15 negara itu merupakan perwakilan dari 33 perusahaan industri pewangi.
Kedatangan para pengusaha pewangi tersebut, kata Feri untuk melihat langsung lahan tanaman dan pengolahan penyulingan akar wangi di Desa Sukakarya yang dijadikan sentra akar wangi di Indonesia.
Tindak lanjut dari kunjungan itu diharapkan Feri dapat menjalin kerja sama dengan para pengusaha akar wangi di Indonesia untuk menjadi bahan pewangi di negaranya mereka masing-masing.
"Kunjungan ini karena mereka (orang asing) tertarik pada industri minyak wangi di Garut, kita harapkan ada kelanjutan kerja sama untuk bahan-bahan pewangi mereka," katanya.
Sementara itu Ketua Asosiasi Pengelola Minyak Atsiri, Jawa Barat, Ede Kadarusman, berharap kunjungan para pengusaha pewangi dari luar negeri dapat lebih membuka akses dalam mengembangkan usaha minyak atsiri di pasar internasional.
"Mereka itu selama ini sudah menjadi pembeli, tapi belinya di eksportir, harapannya bisa langsung kontak dengan pengusaha biar untungnya lebih besar," kata Ede.
Akar wangi yang diolah menjadi minyak atsiri di Kabupaten Garut, kata Ede, mencapai 50 ton hingga 60 ton per tahun yang sudah mampu mengekspor ke sejumlah negara Eropa dan Asia.
Produksi minyak atsiri di Indonesia khususnya di Kabupaten Garut sebagai sentra, dijelaskan Ede, belum mampu memenuhi kebutuhan dunia yang mencapai 250 ton per tahun.
"Dengan menjalin kerja sama langsung nanti, kita berharap dapat meningkatkan produksi dengan cara pengolahan yang maksimal, sehingga kebutuhan dunia dapat terpenuhi," katanya.
Sementara itu 15 negara itu terdiri dari negara India, Amerika, Srilangka, Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Australia, Swiss, Afrika, Jepang, India, Inggris, China, Francis, dan Columbia.
Rombongan warga negara asing tersebut melihat langsung ke lokasi lahan tanaman akar wangi yang sudah memasuki musim panen di perbukitan Desa Sukakarya.
Kemudian para pengusaha pewangi dari mancanegara itu mendatangi tempat penyulingan yang dikelola langsung Koperasi Akar Wangi Kabupaten Garut yang dipimpin Ede Kadarusman.***5***
(U.KR-FPM/C/Y008/B/Y008)
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2011