ANTARAJAWABARAT.com,20/6 - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jawa Barat, memperkirakan tidak akan terjadi gejolak harga daging sapi di Jawa Barat menyusul semakin dekatnya bulan puasa/ Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Barat Ferry Sofwan, di Bandung, Senin, mengatakan berdasarkan data yang dia peroleh dari Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Jabar, stok sapi pedaging untuk kawasan ini masih akan mencukupi hingga satu bulan setelah Idul Fitri.

"Untuk harga daging sapi di Jabar sekarang ini relatif stabil meskipun ada sedikit kenaikan sejak tiga pekan terakhir setelah beredar kabar penghentian impor sapi bakalan dari Australia ke Indonesia," ujar Ferry Sofwan.

Meskipun harga cenderung relatif stabil, kata Ferry, untuk kenaikan harga daging sapi itu masih di bawah lima persen atau masih dalam kondisi normal.

"Jadi kenaikannya antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogramnya setelah berita penyetopan sapi (bakalan) dari Australia," ujar Ferry.

Menurutnya, sebulan setelah Hari Raya Idul Fitri kebutuhan akan daging sapi Jabar masih akan tetap terpenuhi karena Kementerian Pertanian dinilai akan mampu mengatasi persoalan impor sapi bakalan dari Australia tersebut.

Dikatakannya, pemerintah berpeluang mendapatkan pasokan sapi bakalan impor selain dari Australia seperti dari Amerika Serikat dan Meksiko.

"Pemerintah sendiri memang sedang mengupayakan impor dari negara-negara lain. Yang jelas, sapi-sapi impor itu harus memenuhi ketentuan bebas dari penyakit kuku dan mulut," ujarnya.

Pihaknya menambahkan, ketergantuan Pemerintah Indonesia akan pasokan sapi bakalan Australia bisa sedikit ditekan dengan rencana penerapan perdagangan bebas Asean-Australia-Selandia Baru atau ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement/AANZ-FTA.

"Saya kira dengan cara ini, peluang perdagangan pada sektor peternakan sapi akan terbuka luas. Perdagangan bebas itu akan mulai berjalan pada Oktober tahun ini," katanya.***5***

Ajat S

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2011