Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah dipicu meningkatnya klaim tunjangan pengangguran Amerika Serikat.

Pada pukul 9.45 WIB, rupiah melemah 18 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp14.553 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.535 per dolar AS.

"Dolar AS nampak naik di awal sesi Jumat setelah kembali melemah kemarin akibat laporan klaim pengangguran AS yang meningkat, yang memicu peluang stimulus jangka panjang dari The Federal Reserve," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Di tengah stimulus moneter dan fiskal yang besar untuk memulihkan ekonomi AS, dolar AS tertekan akibat kekhawatiran utang jangka panjang negara tersebut.

Tetapi harapan pemulihan ekonomi yang lebih cepat daripada negara besar lainnya di dunia, membantu pelaku pasar mempertahankan minat pada dolar AS.

Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell sebelumnya mengisyaratkan bank sentral tidak akan mengurangi dukungannya untuk ekonomi AS, mencatat bahwa kenaikan harga-harga yang diperkirakan tahun ini kemungkinan bersifat sementara, dan memperingatkan bahwa kenaikan dalam kasus COVID-19 dapat memperlambat pemulihan.

Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS 10-tahun turun di bawah 1,63 persen semalam. Imbal hasil obligasi AS mencapai 1,776 persen akhir bulan lalu, tertinggi dalam lebih dari setahun.

Pada Kamis (8/4) lalu, rupiah ditutup melemah 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.535 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.495 per dolar AS.

Baca juga: Kurs rupiah Jumat pagi melemah 10 poin

Baca juga: Rupiah ditutup melemah seiring dukungan The Fed terhadap pemulihan ekonomi AS

Baca juga: Kurs rupiah terkoreksi pasca rilis risalah The Fed

Pewarta: Citro Atmoko

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021