Aplikasi pesan singkat dari Facebook Inc, WhatsApp, menyatakan seluruh percakapan tetap dilindungi enkrispi setelah pembaruan kebijakan privasi.

"Seluruh chat pengguna masih dilindungi enkripsi end-to-end, yang artinya siapapun –– termasuk WhatsApp dan Facebook –– tidak dapat membaca isi pesan pengguna," kata WhatsApp, dalam keterangan tertulis kepada media, Selasa malam.

Kebijakan privasi terbaru yang diberlakukan WhatsApp menimbulkan kontroversi karena dianggap akan mengganggu privasi data pengguna. WhatsApp dalam keterangan tersebut menegaskan kebijakan privasi tidak berpengaruh terhadap percakapan, baik pribadi maupun dalam grup.

Kebijakan privasi terbaru ini, dikatakan WhatsApp, hanya berlaku untuk percakapan dengan akun WhatsApp Business yang menggunakan API WhatsApp Business dan memilih penyedia hosting di luar WhatsApp.

Bisnis bisa menggunakan infrastruktur hosting Facebook, percakapan dengan akun WhatsApp Business akan disimpan di server Facebook.

Jika pengguna berkomunikasi dengan akun Business yang menggunakan penyimpanan di luar WhatsApp, platform akan menampilkan pemberitahuan di obrolan tersebut.

"Pengguna kemudian berhak dan bebas memilih apakah mereka mau berinteraksi dengan bisnis tersebut atau tidak. Percakapan dengan akun Bisnis yang menggunakan aplikasi gratis WhatsApp Business, maupun yang menggunakan WhatsApp Business API, tapi, tetap menggunakan layanan hosting WhatsApp, masih terlindungi enkripsi end-to-end seperti biasa," kata WhatsApp.

WhatsApp menegaskan mereka tidak bisa melihat pesan, mendengar telepon, tidak mencatat dan menyimpan pesan dan panggilan, juga tidak bisa melihat lokasi yang dibagikan.

WhatsApp juga tidak membagikan kontak dengan Facebook.

Baca juga: Kementerian Kominfo minta WhatsApp terapkan prinsip perlindungan data pribadi

Baca juga: Telegram dan Signal naik penggunanya, setelah WhatsApp perbarui kebijakan privasi

Baca juga: WhatsApp perbarui kebijakan privasi pengguna


 

Pewarta: Natisha Andarningtyas

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021