Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyebutkan dalam beberapa hari terakhir di pekan ini terjadi lonjakan jumlah pasien COVID-19 yang sembuh.

"Tentunya ini menjadi kabar baik, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 terus meningkat setiap harinya dibandingkan kasus baru warga yang terkonfirmasi positif," kata Humas Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi Eneng Yulia di Sukabumi, Sabtu.

Menurutnya, seperti pada Sabtu, (19/12) ada 36 pasien COVID-19 yang sembug dan kabar baiknya tidak ada penambahan kasus baru. Sehingga dengan terus meningkatnya pasien yang sembuh persentasenya hingga kini mencapai 92,84 persen.

Jika dibandingkan dengan persentase tingkat kesembuhan nasional, Kabupaten Sukabumi jauh lebih tinggi dan diharapkan tren warga yang sembuh ini terus meningkat setiap harinya sampai adanya vaksin.

Lanjut dia, dengan bertambahnya pasien yang sembuh saat ini dari total warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 yaklni sebanyak 1.746 orang, 1.621 pasien sudah dinyatakan sembuh. Kemudian yang masih menjalani isolasi sebanyak 107 orang dan meninggal dunia 18 orang.

Sementara, Kepala Bidang Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Andi Rahman mengatakan pihaknya sudah mengajukan permintaan vaksin COVID-19 ke pemerintah pusat untuk 1,4 juta jiwa warga Kabupaten Sukabumi.

Adapun yang menjadi prioritas warga mendapatkan vaksin tersebut berusia 18-59 tahun yakni TNI, Polri, tenaga medis, ASN dan peserta BPKS Kesehatan. Namun demikian, pihaknya akan mengupayakan seluruh warga bisa mendapatkan vaksin.

Selain itu, dalam tahap persiapan Pemkab Sukabumi sudah mulai menyiapkan sosialisasi tentang vaksinasi kepada masyarakat agar warga mengetahui pentingnya divaksinasi.

Baca juga: Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 Kabupaten Sukabumi capai 87,9 persen

Baca juga: Persentase pasien COVID-19 sembuh di Kabupaten Sukabumi di atas nasional

Baca juga: Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 Sukabumi melonjak

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020