Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) dan TNI AD menyelenggarakan pelatihan kehumasan dan jurnalistik bagi unsur pelaksana TNI AD diikuti 87 orang dari berbagai satuan penerangan untuk dapat menciptakan prajurit unggul terutama dalam bidang ilmu komunikasi tersebut.

Acara ini dihadiri oleh Kadispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus, SE., MM dan Prof Ir. Anthony Sihombing, Ph.D selaku Wakil Direktur Bidang Sumberdaya Ventura dan Administrasi Umum Vokasi UI , Dr. Diaz Pranita, MM., selaku Ketua Lembaga Vokasi UI serta Letkol Inf Nurrohman dari Staf Bindik Spersad.

"Pelatihan ini menghadirkan 25 trainer yang tidak hanya memberikan materi teori, namun membimbing para peserta untuk mempraktikkan secara langsung materi yang sudah diberikan," ujar Wakil Direktur Program Vokasi UI Anthony Sihombing dalam keterangannya, Jumat.

Setiap materi yang diberikan terdapat materi uji, yang kemudian akan diakumulasi sebagai penilaian akhir yang akan ditercantum dalam sertifikat pelatihan.

Ketua Lembaga Vokasi Diaz Pranita mengatakan penilaian yang dilakukan bukan sebagai ujian kelulusan, tetapi menjadi alat ukur bukan hanya untuk peserta didik, tetapi juga para trainer tentang capaian kompetensi yang diharapkan menjadi bekal ketrampilan kehumasan dan jurnalistik yang mumpuni.

Kadispenad, Brigjen TNI Nefra Firdaus mengatakan usainya pelatihan ini, personil TNI AD semakin meningkatkan kemampuan memahami keinginan dan dinamika masyarakat.

Kami berharap, peserta pelatihan dapat mengimplementasikan pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh selama 3 minggu baik dalam tugasnya sehari-hari sebagai personel penerangan dan secara pribadi selalu berupaya meningkatkan kompetensi dirinya di bidang jurnalistik.

Peneliti dan pengajar program Vokasi Humas UI Devie Rahmawati mengatakan studi digital yang kami lakukan, mengkonfirmasi bahwa publik memang mengharapkan untuk dekat dengan TNI. Jika kita mengetik di laman pencari (search engine) kata TNI Angkatan Darat, hanya dalam waktu 0,6 detik saja mesin pencari menampilkan lebih dari 4,1 juta data terkait kata kunci tersebut.

Jika dibedah lebih lanjut dalam tren pencarian maka akan didapat : dari 10 sajian utama di laman mesin pencari 4 diantaranya adalah rekrutmen TNI AD dan Video trending yang banyak dicari adalah latihan tempur. Melalui riset lanjutan, pencarian ini berhubungan dengan kebanggaan publik terhadap sosok yang mampu memberikan rasa aman.

"Kami melihat para peserta siap menjadi “duta besar” bukan hanya untuk kesatuan TNI AD, tetapi juga Indonesia. Mengingat Program Manunggal hingga TMMD misalnya, saat ini terus menjadi jejak sejarah kedekatan TNI AD, yang tertanam dengan baik di hati publik," katanya.

Namun, hari ini dan masa datang, peperangan baru siap menantang. Peperangan untuk merebut kepercayaan di benak setiap anak bangsa. TNI AD tidak lagi membekali diri hanya dengan senjata darat, namun harus mampu memenangkan “tarung” di arena digital,” tambah Devie Rahmawati, kordinator Trainer dan Mentor.

Dalam pelatihan ini juga dilakukan kontes foto “Talent War”, yang diikuti 45 peserta. Penilaian diberikan atas tiga kategori yaitu portrait, teknik foto dan dokumentasi kegiatan. Seleksi yang dilakukan selama proses pelatihan menghasilkan tiga pemenang.

"Melalui kontes ini, kami menemukan bahwa para pemenang telah mampu menguasai teknik-teknik dasar foto dari mulai pemilihan elemen, pencahayaan hingga kemampuan melakukan directing subjek foto. Sehingga hasil foto tidak hanya berkarakter namun mampu menangkap atmosfer momen. Ini menjadi modal membangun reputasi di tengah-tengah budaya visual yang kuat," tutup Devie.

Baca juga: Dosen Vokasi UI berikan pelatihan arsip dokumen tinta antiluntur

Baca juga: Vokasi UI latih pengelola Desa Wisata di Jabar

Baca juga: Vokasi UI latih pendidikan karakter dan public speaking santri di Bogor

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020