Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan kepada Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bahwa penangguhan Kanada atas ekspor beberapa teknologi pesawat tanpa awak tidak sejalan dengan semangat aliansi, mengingat kedua negara merupakan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Kanada menangguhkan ekspor beberapa teknologi pesawat tanpa awak ke Turki awal bulan ini karena menyelidiki tuduhan peralatan itu digunakan oleh pasukan Azerbaijan  yang terlibat dalam pertempuran dengan Armenia.

Dalam pembicaraan telepon pada Jumat malam (16/10), Erdogan dan Trudeau membahas peningkatan hubungan dan peningkatan perdagangan bilateral. Keduanya juga membicarakan upaya mengatasi masalah terkait kerja sama di sektor pertahanan.

"Selama panggilan telepon, Presiden Tayyip Erdogan mengatakan penangguhan Kanada atas ekspor beberapa perangkat militer ke Turki karena konflik Azerbajian-Armenia bertentangan dengan semangat aliansi," kata Kantor Kepresidenan Turki.

Menyusul pengumuman Kanada, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan penangguhan itu menunjukkan standar ganda.

Ekspor militer Turki ke sekutunya, Azerbaijan, telah meningkat enam kali lipat tahun ini, dengan penjualan pesawat nirawak dan peralatan militer lainnya meningkat menjadi 77 juta dolar AS hanya pada bulan lalu, sebelum pertempuran pecah di wilayah Nagorno-Karabakh, menurut data ekspor.

Ankara mengatakan berdiri kokoh di samping sekutu dekatnya dalam konflik Nagorno-Karabakh.

Kelompok pengawas senjata Kanada, Project Plowshares, mengatakan video serangan udara yang dirilis oleh Azerbaijan menunjukkan bahwa pesawat tanpa awak telah dilengkapi dengan sistem pencitraan dan penargetan yang dibuat oleh L3Harris Wescam, unit L3Harris Technologies Inc. yang berbasis di Kanada.

Baca juga: Bashar Assad sebut Presiden Turki Erdogan 'penghasut utama' konflik di Nagorno-Karabakh

Baca juga: Presiden Turki Erdogan sebut Yunani "menanam kekacauan" di laut Mediterania



Sumber: Reuters

 

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020