Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil meminta para pemegang saham yang sebagian adalah kepala daerah kabupaten/kota di Jabar dan Banten untuk memanfaatkan berbagai program pinjaman yang ada di Bank BJB, terutama lewat dana pemulihan ekonomi dari pemerintah pusat sebesar Rp2 miliar.

"Saya juga senang karena pemerintah pusat memberikan kepercayaan yang tinggi kepada Bank BJB sehingga dana pemulihan ekonomi untuk masyarakat Jabar dititipkan ke Bank BJB lebih dari Rp2 triliun untuk dihabiskan oleh rakyat kita dalam bentuk pinjaman modal usaha dengan bunga yang sangat-sangat rendah," kata Ridwan Kamil yang biasa disapa Kang Emil saat memberikan sambutan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank BJB, di Kota Bandung, Selasa.

Dia berharap dana pemulihan ekonomi dari pemerintah pusat sebesar Rp2 triliun yang dititipkan di Bank BJB bisa terserap 100 persen.

"Tolong jangan mengendap sampai Desember (2020), bagaimana caranya tolong dihabiskan. Jadi, kepada kepala daerah yang ingin menggerakkan UMKM, di Bank BJB ada triliunan dana pemulihan ekonomi yang bisa segera disalurkan. Silakan manfaatkan," ujar Ridwan Kamil.

Dia juga berpesan agar PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB agar meningkatkan kinerjanya dengan menggabungan jasa dan teknologi berbasis digital seperti yang dilakukan berbagai financial technology (fintech) yang marak saat ini.

"Hal itu penting untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses permodalan dan berbagai program keuangan lainnya yang ada di Bank BJB," kata Ridwan Kamil.

Ia mengatakan Bank BJB harus menjadi top of mind (paling diingat dalam benak) warga Jabar urusan perbankan dan finansial.

Ia berharap Bank BJB terus meningkatkan inovasi di bidang teknologi, terutama di era disrupsi dan pascapandemi COVID-19.

"Kalau kita masih pola pikirnya konvensional, menurut saya akan ketinggalan. Oleh karena itu, saya titipkan IT-nya tolong kompetitif dan ditingkatkan," ujar Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil juga meminta Bank BJB bisa menjadi instrumen Jabar dalam membangun kembali ekonomi daerah di tengah pandemi, baik dalam belanja Pemprov Jabar, investasi, ekspor, maupun peningkatan daya beli masyarakat.

"Tiga hal pertama (investasi, daya beli, dan ekspor) jika sudah padam, maka yang tersisa hanya satu suluh ekonomi yaitu belanja pemerintah. Jadi, tolong secepat-cepatnya dengan cara yang baik kita belanjakan belanja pemerintah," kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil juga menyampaikan apresiasi kinerja Bank BJB dan mengingatkan direksi dan komisarisnya agar melakukan komunikasi dengan para kepala daerah di Jabar dan Banten, serta pemegang saham lainnya, untuk menampung berbagai masukan dan aspirasi.

"Namun direksi dan komisaris juga harus rajin silaturahmi kepada para pemilik saham, jangan hanya bertemu di RUPS. Safari silaturahmi untuk menampung aspirasi-aspirasi yang bisa membuat Bank BJB lebih baik," kata dia.

Baca juga: Legislator Setuju Pemkab Garut Pinjam Uang BJB

Baca juga: BANK BJB TURUNKAN BUNGA PINJAMAN BAGI PNS

Baca juga: BANK BJB PENYALUR PINJAMAN DALAM NEGERI

Pewarta: Ajat Sudrajat

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020