Bandung, 21/11 (ANTARA) - PT Star Energy sebagai pengelola pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Wayang Windu Pangalengan, Kabupaten Bandung, akan membangun dua unit pembangkit baru (unit III dan IV) dengan total kapasitas 190 Mega Watt.
"Pembangkit unit III dan IV ditarget mulai beroperasi tahun 2014. Saat ini sudah memasuki tahap amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) dan konstruksi diprediksi mulai 2010," kata Senior Manajer Eksternal Relation & Security PT Star Energy Asrul Saleh Amru di Bandung, Sabtu.
Ia menyebutkan, dua unit pembangkit baru itu untuk menambah kapasitas produksi listrik PLTP Wayang Windu yang saat ini mengoperasikan pembangkit Unit I dan II dengan total produksi 217 MW.
Seluruh produksi listrik PLTP Wayang Windu itu, kata Asrul, dijual ke PLN dan terkoneksi ke jaringan interkoneksi Jawa Bali.
"Pembangunan proyek baru itu merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kontrak kami dalam memasok 400 MW ke jaringan PLN," kata Asrul.
Sementara itu, proses amdal untuk pembangunan unit pembangkit III dan IV saat ini telah mencapai 70 persen sehingga diperkirakan pada 2010 sudah ada aktivitas konstruksi.
Rencananya, unit III dan IV tersebut akan didukung oleh sekitar 12 sumur baru di kompleks yang sama. Proyek tersebut rencananya akan menghabiskan dana sebesar Rp300 miliar.
"Rencananya akan dibangun 12 sumur baru, namun bila sebelum 12 sumur sudah mencukupi untuk menghasilkan 190 MW, maka tak akan melakukan pembangunan sumur lagi," kata Asrul.
Ia menyebutkan, potensi listrik panas bumi dari kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung itu masih cukup besar sehingga akan dilakukan pembangunan dua unit baru itu.
PLTP Wayang Windu Unit I yang berkapasitas 110 MW beroperasi sejak tahun 2000, sedangkan unit pembangkitan II dengan pasokan 117 MW beroperasi awal 2009 lalu.
PLTP itu merupakan salah satu PLTP di kawasan perbukitan di Bandung Raya. Dua PLTP lainnya adalah PLTP Kamojang dan PLTP Drajat yang berlokasi di Kabupaten Bandung dan Garut.
Sementara itu dua proyek PLTP lainnya tengah dirintis antara lain di Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat dan Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang. ***2***
Syarif Abdullah
(U.S033/B/R007/R007) 21-11-2009 12:31:55
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2009
"Pembangkit unit III dan IV ditarget mulai beroperasi tahun 2014. Saat ini sudah memasuki tahap amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) dan konstruksi diprediksi mulai 2010," kata Senior Manajer Eksternal Relation & Security PT Star Energy Asrul Saleh Amru di Bandung, Sabtu.
Ia menyebutkan, dua unit pembangkit baru itu untuk menambah kapasitas produksi listrik PLTP Wayang Windu yang saat ini mengoperasikan pembangkit Unit I dan II dengan total produksi 217 MW.
Seluruh produksi listrik PLTP Wayang Windu itu, kata Asrul, dijual ke PLN dan terkoneksi ke jaringan interkoneksi Jawa Bali.
"Pembangunan proyek baru itu merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kontrak kami dalam memasok 400 MW ke jaringan PLN," kata Asrul.
Sementara itu, proses amdal untuk pembangunan unit pembangkit III dan IV saat ini telah mencapai 70 persen sehingga diperkirakan pada 2010 sudah ada aktivitas konstruksi.
Rencananya, unit III dan IV tersebut akan didukung oleh sekitar 12 sumur baru di kompleks yang sama. Proyek tersebut rencananya akan menghabiskan dana sebesar Rp300 miliar.
"Rencananya akan dibangun 12 sumur baru, namun bila sebelum 12 sumur sudah mencukupi untuk menghasilkan 190 MW, maka tak akan melakukan pembangunan sumur lagi," kata Asrul.
Ia menyebutkan, potensi listrik panas bumi dari kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung itu masih cukup besar sehingga akan dilakukan pembangunan dua unit baru itu.
PLTP Wayang Windu Unit I yang berkapasitas 110 MW beroperasi sejak tahun 2000, sedangkan unit pembangkitan II dengan pasokan 117 MW beroperasi awal 2009 lalu.
PLTP itu merupakan salah satu PLTP di kawasan perbukitan di Bandung Raya. Dua PLTP lainnya adalah PLTP Kamojang dan PLTP Drajat yang berlokasi di Kabupaten Bandung dan Garut.
Sementara itu dua proyek PLTP lainnya tengah dirintis antara lain di Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat dan Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang. ***2***
Syarif Abdullah
(U.S033/B/R007/R007) 21-11-2009 12:31:55
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2009