Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Jawa Barat kembali membuka pelayanan rawat inap untuk pasien umum atau non-COVID-19, mulai Senin (3/8).

Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Selasa, mengatakan langkah itu dilakukan karena tren kasus penyebaran virus corona jenis baru itu di kota setempat menurun.

Oleh karena itu, RSUD diperolehkan melayani pasien di luar kasus COVID-19.

"Ketersediaan tempat tidur di RSUD juga cukup banyak. Untuk itu, kami akan buka kembali rawat inap non-COVID-19. Namun tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya.

Mohammad Idris menuturkan RSUD harus menyiapkan skema pembagian untuk pengobatan khusus pasien COVID-19 dan bukan COVID-19, mulai dari sarana dan prasarana, hingga tenaga medis yang menangani pasien tersebut.

"Saya apresiasi RSUD dan Dinas Kesehatan yang telah mengupayakan dibuka kembali rawat inap non-COVID-19,” tuturnya.

Direktur RSUD Kota Depok Devi Maryori menambahkan pihaknya menyediakan 91 tempat tidur untuk rawat inap pasien bukan COVID-19.

Namun demikian, kapasitas tempat tidur di masing-masing ruangan akan dibatasi dari jumlah biasanya sesuai dengan protokol kesehatan.

Misalnya, kata dia, kapasitas tempat tidur di ruang kelas III biasanya tujuh bed, sekarang diberi jarak hanya lima bed. Ruang kelas II dari lima bed menjadi empat bed.

"Kami mengikuti protokol kesehatan," katanya.

Data perkembangan kasus COVID-19 di daerah itu yang dirilis hingga Senin (3/8)  malam, jumlah pasien sembuh menjadi 987 orang atau 77,23 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada.

"Jumlah pasien sembuh bertambah 11 orang. Alhamdulillah, setiap harinya selalu ada yang sembuh," katanya.

Dia mengatakan kasus konfirmasi positif bertambah 21 orang sehingga totalnya menjadi 1.278 orang, sedangkan kasus konfirmasi aktif 241 orang atau 18,86 persen.

Ia mengatakan untuk suspek aktif atau probable yang selesai dipantau hari ini 22 orang sehingga tersisa 446 orang, sedangkan kasus kontak erat aktif 343 orang.

"Selanjutnya, pasien yang meninggal bertambah satu menjadi 50 orang atau 3,91 persen," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Depok jaring 417 warga tidak bermasker

Baca juga: RSUI berikan pelayanan optimal bagi penanganan corona



 

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020