Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Karawang, Jabar, mengingatkan warga untuk menunda mudik pada Lebaran 2020 karena aparat kepolisian sudah melakukan penyekatan di sejumlah titik.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Karawang Fitra Hergyana di Karawang, Sabtu, mengatakan bahwa saat ini virus corona masih terus menyebar ke sejumlah daerah.

Oleh karena itu, warga Karawang menundak keinginannya untuk mudik. Hal tersebut perlu dilakukan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Baca juga: Tol Jakarta-Cikampek ramai lancar di hari pertama larangan mudik

Fitra Hergyana mencontohkan akses jalan perbatasan antara Karawang-Bekasi, dua arah, sudah ditutup oleh pihak kepolisian sejak Jumat (24/4).

Atas kondisi itu, banyak pemudik atau pengendara yang hendak masuk ke Karawang dari Bekasi atau sebaliknya harus berputar arah kembali.

“Ini demi kebaikan bersama agar mata rantai penularan bisa ditekan dan tidak meluas ke daerah lainnya. Jadi, kami sangat memohon kepada masyarakat agar menahan diri untuk tidak mudik selama pandemi corona,” kata Fitra Hergyana.

Sementara itu, hingga Sabtu ini kasus positif COVID-19 di Karawang mencapai 88 orang. Dari jumlah itu, 51 orang di antaranya masih dirawat, enam orang meninggal, dan 31 orang sembuh.

Baca juga: Jasamarga dukung penyekatan Tol Jakarta-Cikampek

Ia menyebutkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 200 orang yang terdiri atas 78 orang masih dirawat, tujuh orang meninggal, dan 115 orang sembuh.

Selanjutnya, orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 3.732 orang yang terdiri atas 1.384 orang dalam pemantauan dan 2.348 orang selesai pemantauan.

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020