Akses jalan warga dekat proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di samping Jalan Tol Cikampek KM 4 arah Jakarta, tepatnya di wilayah Bekasi, amblas.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Hery Antasari mengaku belum bisa menyebut penyebab kejadian tersebut. Namun, ia memperkirakan lokasi jalan amblas berada di kawasan Bekasi. "Kalau dilihat dari foto dan videonya, dari plangnya, kan ada Jatiwaringin, sekitar Bekasi," kata Hery di Bandung, Kamis.

Sementara ini, ia masih berkoordinasi dengan pihak KCJB untuk memastikan penyebab amblasnya jalan warga itu. Termasuk menganalisa indikasi awal terjadinya peristiwa tersebut. "Tapi saya sampai saat ini belum bisa mendapat konfirmasi lebih lanjut dari pihak proyek kereta cepat," kata dia.

Meski demikian, ia memastikan hal tersebut tidak berpengaruh terhadap arus kendaraan. Karena, menurutnya, tanah yang amblas tidak sampai menutupi jalan tol. "Dari video yang ada, kelihatannya (tanah amblas) tidak sampai ke jalan," katanya.

Sebelumnya, informasi mengenai amblasnya jalan warga itu didapat dari video yang beredar di media sosial. Dalam video yang berdurasi 44 detik itu terlihat jalan warga yang memiliki lebar sekitar 5 meter itu amblas di dekat proyek KCJB.

Seng yang menutupi proyek kereta cepat itu juga ikut roboh karena jalan yang amblas tersebut. Kemudian dalam video itu ada seorang warga yang menduga bahwa peristiwa itu terjadi saat subuh.

“Proyek kereta api cepat, Jakarta Bandung, ancur. Akses warga ancur, jalan terputus,” kata warga dalam video tersebut.*

Baca juga: Pembebasan lahan kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung Januari 2020

Baca juga: Progres pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung capai 38 persen

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020