Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Jawa Barat, menyatakan asap kendaraan bermotor dan aktivitas bongkar muat batu bara menjadi penyumbang terbesar polusi udara di kota itu.

"Yang paling besar menyumbang polusi udara itu merupakan asap kendaraan bermotor," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Cirebon Jajang Yaya Suganda di Cirebon, Jumat.

Baca juga: "Lidah mertua" untuk urai polusi udara ibu kota

Namun bukan hanya kendaraan bermotor saja, polusi udara di Kota Cirebon, terutama ketika musim kemarau seperti sekarang ini, yaitu adanya aktivitas bongkar muat batu bara yang debunya terbawa angin.

Menurutnya angin kencang yang biasa melanda wilayah Kota Cirebon saat kemarau membuat kadar debu yang beterbangan meningkat.

Baca juga: Polusi Udara Dituding Penyebab Tingginya Penderita ISPA

Sehingga menambah polusi udara semakin tinggi dibandingkan dengan musim hujan. Karena pada saat itu batu bara basah dan tidak menimbulkan debu.

"Setiap musim kemarau pasti ada peningkatan polusi terutama di sekitar pelabuhan, di mana disitu ada aktivitas bongkar muat batu bara," ujarnya.

Yaya memastikan dari hasil pengecekan dan pemantauan jajarannya, kadar debu yang diterbangkan tidak terlalu parah mencemari udara di Kota Cirebon.

Untuk itu, pihaknya juga rutin melakukan pengukuran kualitas udara setiap dua kali dalam setahun yaitu pada saat musim kemarau dan juga musim hujan.

"Dalam setahun kita melakukan uji kualitas udara yaitu pada musim kemarau dan hujan," katanya.

Pewarta: Khaerul Izan

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019