Dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan sangat baik, Bank BJB mendapatkan penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars yang juga membawa nama Direktur Kepatuhan Bank BJB,  Agus Mulyana sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dari dari Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center sebagai pihak yang bekerja sama memberikan penghargaan TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2019.

Penilaian mengacu pada tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur dan implementasi tata kelola perusahaan. Dalam hal ini sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (GCG), manajemen risiko dan manajemen kepatuhan di Bank BJB berada di tingkat yang sangat baik sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan yang berkelanjutan. 

"Bank BJB menyadari berbagai langkah yang dilakukan perseroan harus dilandasi dengan tujuan mulia untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi negeri. Seluruh keputusan perusahaan selalu didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, didukung analisis tajam untuk melihat berbagai peluang dan ikhtiar nyata demi mempertahankan kebutuhan nyata dan berkelanjutan," kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, M. As'adi Budiman.di Bandung, Kamis.

Baca juga: HUT Ke-74 Jabar, 10 ASN menang mobil-umrah dari Bank BJB

Pengelolaan risiko yang baik menjadi salah satu kiat kunci yang harus dipraktikkan dalam setiap usaha bisnis. Peran manajemen risiko yang lebih banyak berada di balik layar ini tak banyak terlihat, namun demikian fungsinya terlampau besar untuk disepelekan. Bak menggali untuk menutup lubang, tanpa risiko yang terkelola dengan baik, penetrasi usaha yang dilakukan tak akan menjadi apa-apa.

Bank BJB menyadari betul signifikansi yang dimainkan pengelolaan risiko usaha ini. Fungsinya yakni untuk membangun basis analisa yang kuat sehingga berbagai langkah pengambilan keputusan usaha yang dijalankan perbankan bisa terhindar dari risiko merugikan bahkan mendorong ekspansi keuntungan pada level optimal.

Pola manajemen risiko yang diterapkan Bank BJB selama ini terbukti berhasil memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan. Hal tersebut bisa dilihat dari kualitas kredit bank yang berhasil dijaga dengan baik, misalnya.

Berdasarkan catatan perseroan, pada semester I 2019 rasio Non Performing Loan (NPL) terjaga di level 1,7% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 yang sebesar 2,61%. Sementara rasio Net Interest Margin (NIM) berada pada level 5,7% atau berada diatas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9%.

Sedangkan dari segi kinerja, tercatat total aset bank berhasil tumbuh 6,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7% yoy. Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2% yoy.

TOP GRC merupakan kegiatan pembelajaran bersama tentang governance, risk & compliance sekaligus pemberian apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berkinerja baik dan telah menerapkan GRC dalam pengelolaan usaha bisnisnya.

Dalam prinsip tata kelola perusahaan, Bank BJB selalu menerapkan good corporate governance (GCG) dalam setiap langkah usahanya. Penerapan sistem tata kelola ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menghindari potensi fraud yang merugikan berbagai pihak dari beragam aspek.
GCG Bank BJB telah terbukti bekerja dengan baik sehingga beberapa kali mendapat beberapa penghargaan, tak terkecuali dari lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Bank BJB targetkan himpun Rp4,9 triliun dari pajak PBB-P2

 

 

 

Pewarta: Isyati Putri

Editor : Isyati Putri


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019