Pelajar asal Jawa Tengah Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi menjadi pembawa Bendera Merah Putih. Salma yang menjadi Tim Pasukan Pengibar Bendara Pusaka dari Jawa Tengah adalah siswi SMA Pradita Dirgantara, kelahiran Malang, 16 Desember 2002.

Salma yang mengenakan kerudung itu tetap memakai rok dan tergabung dalam Tim Merah Paskibraka yang bertugas untuk mengibarkan Bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu.

Tiga lain dari kelompok 8 yang bertugas untuk mengibarkan bendera ialah Rafi Ahmad Falah sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili provinsi Banten, Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar sebagai pembentang bendera yang mewakili Provinsi DKI Jakarta dan Rangga Wirabrata Mahardika sebagai penggerak bendera dari Provinsi Jawa Barat yang bersekolah di SMA Presiden.

Sedangkan selaku Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI adalah Kolonel Laut (P) Hariyo Poernomo. Pria kelahiran Jakarta, 31 Juli 1976 itu adalah lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1997. Ia saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Strategi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal).

Bertindak sebagai Komandan Kompi Paskibraka ialah Kapten Inftanteri Ar Razi Furqon Darya yang menjabat sebagai Komandan Kompi Senapan A Balatyon Infanteri Raider 500, Sikatan, Kodam V Brawijaya.

Sedangkan Perwira Upacara ialah Brigadir Jenderal TNI Syafruddin yang menjabat sebagai Kepala Staf Garnisun Tetap I Jakarta. Ia adalah lulusan Akademi Militer tahun 1989.

Seusai tim paskibraka berhasil menaikkan bendera merah putih di tiang bendera tepuk tangan penonton pun menggemuruh untuk mengapresiasi kerja tim paskibraka.

Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai pembaca naskah proklamasi adalah Ketua DPD Osman Sapta Oedang sedangkan pembaca doa oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Presiden Jokowi akan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Para pejabat negara, baik menteri Kabinet Kerja maupun pemimpin lembaga dan instansi, akan mendampingi Presiden Jokowi di mimbar utama.

Sedangkan undangan yang menghadiri upacara tersebut ada sekitar 11 ribu orang dengan dengan komposisi 30 persen pejabat negara termasuk lembaga negara, TNI, Polri dan duta besar negara sahabat serta 70 persen masyarakat umum.

Upacara detik-detik proklamasi akan ditandai dengan 17 kali tembakan meriam, sirine, bedug di masjid, dan lonceng gereja selama satu menit. Tak lupa aksi dari pesawat tempur yang melakukan fly pass akan menghiasi langit Istana Merdeka sesaat sebelum upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI selesai.

Hal yang berbeda pada perayaan HUT tahun ini adalah penampilan dua sedan klasik warna hitam yang diparkir di dekat gedung Bina Graha.

Kedua mobil tersebut adalah Sedan Cadillac tipe Fleetwood Brougham keluaran tahun 1980. Mobil tersebut pernah digunakan oleh Presiden Soeharto pada 1980 hingga 1998, dan juga dipakai untuk menyambut tamu kenegaraan lain.

Baca juga: Para tamu upacara HUT RI kenakan ragam baju adat
 

Pewarta: Desca Lidya Natalia

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019