Ada lagi petugas KPPS di Solo meninggal

Ada lagi petugas KPPS di Solo meninggal

Jenasah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Suratin (54) saat diberangkatkan dari rumah duka di Perum Tegal Asri RT 03 /RW 22, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, Kamis, (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Ada lagi seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Suratin (54) warga Perum Tegal Asri RT 03 /RW 22, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, Kamis pukul 06.00 WIB meninggal dunia.

Almarhum Suratin sebagai pejuang demokrasi tersebut sebelumnya bekerja sebagai petugas keamanan di tempat pemungutan suara (TPS) 147 Kelurahan Kadipiro Banjasari pada Pemilu 17 April 2019.

Menurut istri almarhum Suratin (54), Dwi Astuti (55), suaminya tercatat sebagai anggota KPPS di TPS 147 di Perum Tegal Asri RT 03 /RW 22, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo.

Dikatakan, suaminya sebenarnya tidak mendaftar sebagai anggota KPPS pada Pemilu 2019, tetapi pada H-1 pemungutan suara tepatnya pada tanggal 16 April ada petugas keamanan TPS 147 mengundurkan diri mendadak kemudian diminta menggantikan.

Suratin ditunjuk sebagai petugas keamanan di TPS 147 untuk penggantikan petugas yang mundur. Suaminya baru pertama kali menjadi anggota KPPS. Pada Pemilu 2014 dan Pilgub 2018 tidak pernah menjadi anggota KPPS.

"Suaminya tujuh hari setelah pemungutan suara selesai, tiba-tiba mengeluh masuk angin, badannya terasa lemas, dan sesak napas. Suanya kemudian dibantu tetangga dibawa ke RS Hermina Solo pada Rabu (24/4) pukul 05.30 WIB," katanya.

Namun, suaminya setibanya di RS Hermina Solo, sudah dinyatakan meninggal dunia.

Menurut dia, dari hasil keterangan tim dokter di rumah sakit setempat penyebab kematian karena sakit komplikasi meliputi jantung, ginjal, dan paru-paru.

Dia menjelaskan, suaminya saat hari pemungutan suara berangkat jaga TPS 147 kampung setempat sekitar pukul 06.00 WIB. Suaminya sekitar pukul 18.00 WIB pulang mandi dan ganti baju kemudian kembali menjaga TPS-nya.

"Suaminya selesai menjaga TPS dan pulang ke rumah pada Kamis (18/4), sekitar pukul 04.00 WIB. Saya kaget saat mendengar dokter memvonis sakit komplikasi sebagai penyebab kematian suaminya." katanya saat.

Hanung Dwikusno Ketua KPPS 147 Kadipiro memang tugasnya agar berat dibanding Pemilu sebelum-sebelumnya. Almarhum ini, sebenarnya menggantikan tugas Linmas kampung, Misriyanto yang mundur sebagai keamanan TPS.

Menurut Hanung pada TPS 147 jumlah daftar pemilih sebanyak 273 pemilih dan yang hadir memberikan hak suaranya sebanyak 243 pemilih. Almarhum memang terus menjaga di TPS 147 mulai awal pencoblosan hingga penghitungan suara.

Sebelumnya juga diberitakan, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Pamuji Ruswandi (46), warga Kampung Cengklik RT 01/RW 19, Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Solo, meninggal dunia, diduga karena kelelahan.

Menurut Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti pihaknya mendapat info ada anggota KPPS di Solo yang meninggal dunia. Pamuji pada hari pemungutan suara tanggal 17 April 2019 menjadi petugas keamanan KPPS di TPS 70 kampung setempat. Dan, kini satu lagi anggota keamanan TPS 147 Kadipiro Solo.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019