Ratna Sarumpaet ragukan saksi ahli bahasa diajukan JPU

Ratna Sarumpaet ragukan saksi ahli bahasa diajukan JPU

Saksi ahli bahasa, Dr Wahyu Wibowo saat memberi kesaksian dalam persidangan kasus penyebaran berita bohong oleh Ratna Sarumpaet. (Foto ANTARA/Ganet Dirgantoro)

Jakarta (ANTARA) - Ratna Sarumpaet, terdakwa kasus penyebaran berita bohong meragukan saksi ahli bahasa yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), di sidang lanjutan Ratna Sarumpaet di PN Jaksel, Kamis.

"Kalo yang bahasa agak ngawur ya kayaknya," kata Ratna.

Ratna bahkan menyebutkan bahwa ia meragukan saksi tersebut sebagai ahli bahasa karena pernyataan dari saksi ahli bahasa yang dihadirkan JPU selalu berputar di konteks bahasa.

"Saya malah ragu dia ahli bahasa bukan? Ya, karena dia selalu berputar di konteks. Bahkan dia mengabaikan kamus besar. Kamus besar kan memang beda banget," ujarnya.

Sebelumnya, Dr Wahyu Wibowo, ahli bahasa dalam kasus penyebaran berita bohong oleh Ratna Sarumpaet yang didatangkan oleh JPU mengatakan bahwa keonaran dapat dimaknai sebagai hasil atau proses dalam membuat onar, yang berasal dari kata onar. Onar atau yang bermakna keributan atau membuat gaduh.

Keonaran atau yang dimaksud keributan tidak hanya berupa keributan fisik, tetapi juga ada keributan yang tidak melibatkan fisik.

Dr Wahyu Wibowo mengatakan bahwa keonaran juga bisa berbentuk sebagai kegaduhan yang membuat banyak orang bertanya-tanya.

Dalam kasus penyebaran berita bohong melalui media elektronik ini, terdakwa Ratna Sarumpaet didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dan juga dakwaan Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Pewarta : Ganet Dirgantara dan Citra Maharani Herman
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019