Ternate (ANTARA) - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Calon Presiden/Wakil Presiden Joko Widodo/Ma’ruf Amin Maluku Utara (Malut), nyaris adu jotos dengan petugas yang melakukan pengawasan di TPS 4 desa Fidi Jaya, Kabupaten Halmahera Tengah.

Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin dihubungi, Rabu, membenarkan personel pengawasnya di TPS 4 Desa Fidi Jaya bernama A Marasabessy nyaris dianiaya ketua TKD Jokowi/Ma’ruf bernama Al Yasin Ali.

Menurut dia, tindakan yang dilakukan Al Yasin Ali yang juga Wakil Gubernur Malut terpilih bersama istrinya Mutiara Yasin dan anaknya merupakan cara-cara yang tidak terpuji dan mengarah ke tindakan premanisme.

"Kejadiannya saat ini adalah pengawas TPS menegur saksi PDIP dan Golkar yang datang ke TPS 4 menggunakan kaos berwarna identik partai PDIP dan Golkar," katanya.

Dia mengatakan, pada saat itu, saksi yang tidak menerima teguran dari petugas Panwaslu di TPS Fidi Jaya tersebut langsung melaporkan insiden itu kepada Ali Yasin dan istrinya saat tiba di TPS," katanya.

Spontan mendapatkan laporan dari saksi itu, Al Yasin yang juga Bupati Halmahera Tengah dua periode ini datang memprotes petugas pengawas dengan cara yang tidak wajar, bahkan petugas pengawas sempat diserang, beruntung dihalangi aparat keamanan yang bertugas di TPS.

Muksin menyatakan, tindakan Al Yasin Ali yang juga sebagai pejabat negara ini terjadi sangat tidak pantas dan tidak elegan dilakukan kepada penyelenggara pemilu yakni Pengawas TPS, sebab petugas sedang melaksanakan tugasnya dan hal ini dilindungi oleh UU. Pengawas TPS dinilai sudah tepat melaksanakan tugasnya.

Apalagi, saksi tidak boleh menggunakan atribut partai atau warna yang menunjukkan identitas peserta pemilu sebagaimana PKPU nomor 3 tahun 2019.

Dia menambahkan, Bawaslu Malut dalam pemilu 17 April 2019 ini telah menerjunkan 6.176 petugas untuk disebarkan di 3.805 TPS guna mewujudkan pemilu yang netral dan berkualitas.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah TKD Jokowi/Ma’ruf Malut, Abdul Gani Kasuba ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa yang dilakukan Ketua TKD Malut, Al Yasin Ali yang sempat memukul tim pengawas di TPS 4 Desa Fidi Jaya tersebut.

"Saya berharap semua pihak menahan diri, tidak melakukan cara-cara dengan emosional, bahkan saya mengajak istri untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang dapat menyinggung perasaan orang dalam momentum pemilu 17 April ini," kata Abdul Gani Kasuba yang juga Gubernur Malut tersebut.*

Baca juga: 56 pasien RSJD berikan hak suara pemilu

Baca juga: Bawaslu: Sebagian Jayapura dan Maluku Pemilu ulang


 

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2019