Restorasi Sungai Babak di Lombok-NTB yang kritis difasilitasi BWS

Restorasi Sungai Babak di Lombok-NTB yang kritis difasilitasi BWS

Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, menggelar seminar restorasi sungai pada Daerah Aliran Sungai Babak di wilayah Kabupaten Lombok Barat, NTB, di Mataram, Kamis (21/3/2019. (FOTO ANTARA/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, memfasilitasi upaya restorasi Sungai Babak, di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang kondisinya tergolong kritis.

"Kalau dilihat dari parameternya, Sungai Babak termasuk daerah aliran sungai (DAS) yang harus dipulihkan atau disehatkan karena termasuk DAS kritis," kata Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan, BWS Nusa Tenggara I, Gede Suardiari, di Mataram, Kamis.

Kondisi Sungai Babak yang kritis dipaparkan dalam seminar restorasi sungai pada DAS Babak di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, para camat dan kepala desa sekitar DAS Babak, dan beberapa pengamat perairan serta lembaga swadaya masyarakat peduli lingkungan.

Gede menyebutkan DAS Babak merupakan salah satu dari 197 DAS yang ada di Pulau Lombok.
Hulu dari DAS sepanjang 23 kilo meter tersebut berada di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, sedangkan hilirnya di Kabupaten Lombok Barat.

Menurut dia, DASi tersebut harus dipulihkan karena dari segi hidrologi sudah kritis. Hal itu dibuktikan pada saat musim hujan, air sungai berlebihan dan melewati permukaan, sedangkan pada musim kemarau debit airnya kecil dan ada pendangkalan.

"DAS Babak kategori regional karena hulunya di Lombok Tengah, hilirnya di Lombok Barat. Ini menarik karena memadukan dua kepentingan. Kalau Lombok Tengah sebagai hulu tidak peduli dengan yang di hilir, masalah tidak akan selesai," ujarnya.

Teknis restorasi, menurut dia, adalah upaya struktur dan nonstruktur. Upaya struktur dilakukan dengan pendekatan berwawasan lingkungan. Tidak serta merta daerah aliran sungai harus betonisasi dan bronjongnisasi.

"Akan tidak elok kalau polanya seperti itu. Yang namanya restorasi mengembalikan sungai ke fungsi awal, sepeti dulu dia hijau dan airnya jernih," katanya.

Ia menambahkan upaya restorasi DAS Babak harus melibatkan semua pihak, baik BWS, Dinas PUPR NTB dan Kabupaten Lombok Barat, Dinas LHK NTB, kecamatan dan desa.

Masing-masing pihak akan memiliki peran berbeda sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Termasuk perencanaan anggaran program yang akan dilakukan.

BWS, katanya, akan memfasilitasi pembentukan tim restorasi, termasuk penyelenggaraan forum kelompoj diskusi dan pemetaan masalah yang melibatkan pihak-pihak di tingkat hulu DAS Babak.

"Nanti kami akan memfasilitasi juga untuk membuat program jangka pendek, menengah, dan panjang. Nanti kita juga bagi peran, masing-masing organisasi perangkat daerah memprogramkan dirinya," demikian Gede Suardiari.

Baca juga: Gerakan pemulihan DAS di NTB dicanangkan

Baca juga: NTB salurkan 13 juta bibit pohon
Pewarta : Awaludin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019