AM Fatwa teguh perjuangkan prinsip kebenaran

AM Fatwa teguh perjuangkan prinsip kebenaran

Potret diri AM Fatwa. Dia lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 12 Februari 1939 dan wafat di Jakarta pada 14 Desember 2017. (Wikipedia)

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini, menilai almarhum AM Fatwa sebagai tokoh perlawanan otoritatianisme yang layak dijadikan guru dan teladan dalam keteguhanya memperjuangkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kebenaran dan kebaikan.

"Atas nama pimpinan, anggota, dan keluarga besar Fraksi PKS kami mengucapkan turut berduka atas meninggalnya almarhum Bapak AM Fatwa. Indonesia kehilangan salah satu putera terbaiknya, kita semua tahu kiprah dan perjuangan beliau," kata Juwaini, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.

Dia menilai Fatwa sebagai sosok yang sangat gigih, teguh pendirian, dan idealis dalam memegang prinsipnya. Hal itu menurut dia dibuktikan dengan hukum penjara bertahun-tahun tidak menggoyahkan perjuangan dan idealismenya.

"Beliau juga orang yang kuat pembelaannya terhadap umat," ujarnya.

Menurut dia, atas seluruh kegigihan, keteguhan, dan idealismenya itu, AM Fatwa layak disebut sebagai tokoh perlawanan terhadap otoritarianisme. Fatwa dicatat sangat gigih dalam sikap kritisnya pada Orde Lama dan Orde Baru, dan menjadi salah satu tokoh Petisi 50 yang secara tidak resmi menjadi oposisi Soeharto.

Dia berharap kita semua mampu meneladani kiprahnya dan semoga Allah SWT menerima amal dan perjuangannya.

Sebelumnya, Fatwa, meninggal dunia pada pukul 6.17 WIB Kamis (14/12), di RS MMC, Jakarta Selatan, karena sakit.

Biro Humas DPD mengonfirmasi meninggalnya senator asal DKI Jakarta itu setelah sebelumnya dia dirawat di rumah sakit swasta itu sejak beberapa hari lalu.

Jenazah Fatwa langsung dibawa ke rumah duka, di Jalan Condet Pejaten, Komplek Bappenas, Pejaten Barat, Pasar Minggu. 
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017