RNI luncurkan sejumlah produk pangan perkuat ekosistem hulu ke hilir

RNI luncurkan sejumlah produk pangan perkuat ekosistem hulu ke hilir

Menteri BUMN Erick Thohir menghadiri acara peluncuran sejumlah produk ritel PT RNI (Persero) di Jakarta, Selasa (19/11/2021). ANTARA/tangkapan layar.

Jakarta (ANTARA) - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) meluncurkan sejumlah produk pangan ritel untuk memperkuat peran penyedia rantai pasok pangan yang berorientasi pada pasar dengan ekosistem dari hulu ke hilir.

"Peluncuran sejumlah produk ritel ini semakin memperkuat peran RNI serta BUMN klaster pangan dalam ekosistem pangan nasional dari hulu ke hilir," kata Arief Prasetyo Adi pada Ulang Tahun ke-57 RNI dan peringatan Hari Pangan Sedunia di Jakarta, Selasa.

Sejumlah produk baru RNI yang akan dipasarkan untuk pasar ritel antara lain beras Rania 5 kg varian premium pulen, sedap pulen, pulen wangi, dan jasmine rice. Selanjutnya produk Raja Gula kemasan 1 kg, minyak goreng Rania, Nushi hand sanitizer, tisu dan masker.

Selain itu, Arief mengatakan BUMN klaster pangan juga menyiapkan eksositem pemasaran dengan mitra-mitra strategis.

Selain menyasar pasar ritel di sisi hilir, RNI bersama dengan BUMN klaster pangan juga memperkuat kemitraan dengan petani, peternak, dan nelayan untuk membangun ekosisitem dari hulu. Hal-hal yang dikembangkan antara lain pengembangan varietas, dan pemanfaatan teknologi pertanian untuk peningkatan produktivitas.

Hasil panen dari para petani yang bermitra dengan BUMN klaster pangan akan diserap langsung dan dijadikan produk RNI untuk dipasarkan ke publik.

"Penambahan portofolio produk pangan ini secara langsung mendukung peran aktif RNI dan BUMN klaster pangan dalam Program Makmur. Hasil panen petani yang diserap oleh RNI dapat langsung diolah, dikemas, dan dipasarkan sebagai produk RNI, sehingga selain menciptakan kepastian harga, juga memberikan kepastian pasar dan memberikan nilai tambah produk," katanya.

Arief mengatakan RNI bersama dengan BUMN klaster pangan tidak akan berhenti melakukan inovasi dalam pengembangan produk dan modal bisnis. Menurutnya hal tersebut akan terus dilakukan seiring pembentukan holding BUMN pangan yang saat ini masih berproses.

"Dengan kolaborasi intens yang terus kami lakukan, diharapkan saat holding BUMN pangan resmi terbentuk kami dapat langsung berlari menjalankan berbagai inisiatif, strategi, guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani, peternak, dan nelayan," katanya.

Arief mengungkapkan perseroannya bersama dengan anggota BUMN klaster pangan yang lain akan melakukan arahan Presiden RI dan Menteri BUMN untuk menjadikan BUMN klaster pangan ini sebagai lokomotif ekonomi nasional, melakukan perubahan mindset, adaptasi model bisnis, keberpihakan pada teknologi, mampu bersaing dan berkompetisi, berpikir besar, serta bermitra dengan swasta dan investor.
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021