BMKG-Kemenparekraf kerja sama pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif

BMKG-Kemenparekraf kerja sama pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif

Tangkapan layar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kiri) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno (kanan) saat penandatanganan MoU secara virtual di Jakarta, Senin (27/9/2021) (ANTARA/HO.BMKG)

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Kerja sama tersebut direalisasikan dalam penandatanganan nota kesepahaman (Mou) tentang Pemanfaatan Informasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika di Bidang Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno secara virtual dalam gelaran Rapat Koordinasi Kemenparekraf 2021 di Jakarta, Senin

"MoU ini menjadi bukti keseriusan BMKG untuk turut serta mendukung dan memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia mengingat pariwisata itu sangat sensitif terhadap kondisi cuaca, iklim serta kegempaan dan tsunami," kata Dwikorita dalam keterangan tertulisnya.

Dwikorita mengatakan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak sekali objek wisata alam, mulai dari pantai, lembah, air terjun, danau, sungai, perbukitan dan gunung, lengkap dengan corak budaya masyarakat tiap daerah yang unik.

Selain menyimpan keindahan dan eksotisme alam, kata Dwikorita, kondisi geografis Indonesia yang berada dalam wilayah pertemuan tiga lempeng, yaitu lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan lempeng Pasifik, juga menyimpan potensi bencana geologi dan hidrometeorologi yang juga dapat berpengaruh pada potensi pariwisata di Indonesia.

Dwikorita mengatakan, dengan kondisi tersebut, Indonesia harus terus berupaya untuk beradaptasi dan siap memitigasi potensi bencana guna meminimalisir risiko yang ditimbulkan.

Upaya yang dilakukan, kata dia, yaitu melalui penyediaan informasi meteorologi, klimatologi dan geofisika yang cepat, tepat dan akurat serta penerapan sistem kesiapsiagaan komunitas yang tangguh dalam menghadapi bencana.

Menurut dia, informasi mengenai kondisi hidrometeorologi dalam kepariwisataan sangat penting, mengingat mayoritas dari objek wisata di Indonesia sangat berkaitan dengan alam.

Dengan memahami kondisi cuaca dan iklim, wisatawan dapat mengatur rencana yang tepat dan ideal untuk berwisata di suatu objek. Selain itu, Informasi praktikal mengenai perubahan cuaca harian atau dalam suatu hari bermanfaat bagi wisatawan untuk dapat beradaptasi.

Manfaat lain, kata dia, dengan informasi yang ada, maka potensi bahaya bencana bisa diantisipasi, termasuk informasi respons tindakan yang harus dilakukan jika bencana tersebut terjadi, misalkan titik kumpul, jalur-jalur evakuasi dan nomor telepon penting.

Dukungan BMKG lainnya adalah kehadiran layanan informasi cuaca penerbangan di stasiun meteorologi daerah wisata yang tentunya sangat krusial dalam mendukung lalu lintas penerbangan di wilayah tersebut.

Dwikorita berharap, MoU tersebut dapat turut menggerakkan pariwisata dan perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan dukungan BMKG sangat penting dalam mendorong pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yang terpuruk akibat pandemi.

Sandi berharap pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia dapat segera bangkit seiring masifnya vaksinasi COVID-19 untuk mencapai kekebalan komunal.
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021