12 bencana alam terjadi di Agam dalam tiga hari

12 bencana alam terjadi di Agam dalam tiga hari

Alat berat DPUTR Sumbar sedang membersihkan material tanah longsor di Baringin, Kamis (19/8/2021). ANTARA/dokumen BPBD Agam

Lubuk Basung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat 12 kejadian bencana alam berupa tanah longsor dan pohon tumbang melanda daerah itu akibat curah hujan cukup tinggi pada 17-19 Agustus 2021.

"Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu dan kerugian material sedang didata," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam, Muhammad Lutfi Ar di Lubukbasung, Kamis.

Ke-12 bencana alam itu berupa pohon tumbang dua kejadian dan tanah longsor 10 kejadian.

Pohon tumbang terjadi di Kecamatan Lubukbasung dan Ampeknagari.

Sementara tanah longsor di Kecamatan Tanjungraya lima kejadian, Ampeknagari satu kejadian, Lubukbasung satu kejadian, Palembayan dua kejadian dan Malalak satu kejadian.

Bencana alam itu terjadi semenjak Selasa (17/8) sampai Kamis (19/8).

Pada Selasa (19/8) sekitar pukul 10.20 WIB, dua titik tanah longsor menimbun ruas jalan provinsi menghubungkan Palembayan menuju Matur tempatnya di KM 88 Jorong Baringin, Nagari Baringin.

"Kita telah melakukan koordinasi dengan DPUPR Sumbar untuk pembersihan material tanah longsor dan pembersihan tanah longsor sedang berlanjut," katanya.

Ia mengakui bencana tanah longsor dan pohon tumbang terjadi akibat curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu semenjak Selasa (17/8) sampai Kamis (19/8).

Dengan kejadian itu, ia mengimbau warga yang tinggal di dataran tinggi, sepanjang sungai dan dataran rendah untuk meningkatkan kewaspadaan tanah longsor dan banjir.

"Kita juga mengimbau pengendara untuk berhati-hati melewati daerah perbukitan dan segera mencari daerah lebih aman apabila melihat tanda-tanda longsor," katanya. 
Baca juga: Tanah longsor terjadi di 30 lokasi di Kabupaten Agam
Baca juga: Rumah tergenang dan jalan amblas akibat banjir di Kabupaten Agam
Baca juga: 60 bencana alam terjadi di Agam sejak awal tahun
Pewarta : Altas Maulana
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021