Mahasiswa UNRI masuk pasar pakai baju adat ajak vaksinasi COVID-19

Mahasiswa UNRI masuk pasar pakai baju adat ajak vaksinasi COVID-19

Sejumlah mahasiswa Universitas Riau mengenakan perisai muka dari plastik dan pakaian adat Aceh dan Melayu sambil melakukan sosialisasi vaksinasi COVID-19 dan protokol kesehatan di pasar rakyat Kelurahan Tangkerang Labuhai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (1/4/2021). ANTARA FOTO/FB Anggoro.

Pekanbaru (ANTARA) - Sejumlah mahasiswa Universitas Riau (UNRI) membuat heboh pasar rakyat Kelurahan Tangkerang Labuhai, di Kota Pekanbaru, karena menggunakan pakaian adat berbagai daerah untuk menyosialisasikan vaksinasi COVID-19.

"Saya kira ada apa tadi ramai-ramai ada adik mahasiswa manis pakai baju adat Aceh, dan ada yang pakai baju Papua. Kreatif sekali cara mereka masuk ke pasar," kata seorang pengunjung pasar, Wahyudi, Kamis.

Ada tiga mahasiswa mengenakan pakaian adat, yakni Nurlaila yang mengenakan baju tradisional Aceh, kemudian Agung yang pakai baju adat Papua dan Arky mengenakan pakaian adat Melayu. Mereka bersama tujuh mahasiswa UNRI lainnya melakukan kegiatan sosial tersebut sebagai bagian dari pengabdian masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (Kunkerta) "Balek Kampung" UNRI.

Baca juga: Pemkot Jaksel persuasif ajak lansia ikut vaksinasi

Tiga mahasiswa tersebut membawa spanduk bertuliskan ajakan untuk tidak takut vaksinasi COVID-19, dan mengajak masyarakat untuk disiplin menjaga protokol kesehatan COVID-19. Sedangkan, mahasiswa lainnya menggunakan jaket almamater UNRI membagikan selebaran informasi tentang vaksin COVID-19 dan masker kepada warga. Mereka menjadi perhatian karena pasar rakyat tersebut sedang kondisi ramai pada Kamis petang.

"Tujuan kita pakai baju adat ini memang supaya ada daya tarik ke warga di pasar. Pakaian ini kita sewa secara swadaya dari uang kas kita," kata Agung yang menjadi Ketua Tim Kunkerta tersebut.
Seorang mahasiswa Universitas Riau mengenakan pakaian adat Melayu sambil melakukan sosialisasi vaksinasi COVID-19 dan protokol kesehatan di pasar rakyat Kelurahan Tangkerang Labuhai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (1/4/2021). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)


Mahasiswa lainnya, Widy, mengatakan persiapan untuk sosialisasi tersebut berlangsung sekitar tiga hari. Mereka mendesain sendiri selebaran yang dibagikan ke warga. Menyewa pakaian adat dan membeli masker untuk dibagikan di pasar.

"Kami berencana program Kunkerta selama 40 hari di daerah Tangkerang Labuhai, dan salah satu kegiatannya sosialisasi vaksinasi COVID-19," katanya.

Lurah Tangkerang Labuhai, Kadwadi, mengapresiasi sosialisasi mahasiswa UNRI karena kreatif untuk mengajak masyarakat agar tidak takut vaksinasi COVID-19. "Apa yang mahasiswa lakukan adalah edukasi yang jadi daya tarik. Buktinya banyak tadi warga yang minta foto bersama mahasiswa yang pakai baju adat," katanya.

Baca juga: Kapolri ajak warganet aktif tangkal isu dan pemberitaan hoaks COVID-19

Ia mengatakan sosialisasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi COVID-19 dan protokol kesehatan memang sangat dibutuhkan saat ini. Apalagi pasar rakyat di daerah tersebut merupakan tempat bertemunya pedagang dan pembeli dari berbagai daerah.

"Pasar rakyat ini hanya ada pada hari Kamis dan sebelumnya sempat ditiadakan karena pandemi. Sekarang ini baru tiga bulan terakhir sejak awal Januari buka lagi. Artinya kegiatan ekonomi mulai berjalan meski kondisi masih pandemi, namun saya berharap masyarakat juga bisa tetap melakukan protokol kesehatan dan jangan lupa ikut vaksinasi COVID-19," katanya. ***3***

Baca juga: Menkominfo ajak masyarakat tidak termakan hoaks soal vaksinasi
Pewarta : FB Anggoro
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021