Pasangan petahana di Kabupaten Blitar Rijanto-Marhaenis daftar pilkada

Pasangan petahana di Kabupaten Blitar Rijanto-Marhaenis daftar pilkada

Pasangan Rijanto dan Marhaenis saat ikut dalam Pilkada 2015. Saat itu, hanya ada calon tunggal. ANTARA Jatim/ dokumen

Blitar (ANTARA) - Pasangan petahana Bupati dan Wakil Bupati Blitar Rijanto-Marhaenis Urip Widodo mendaftar sebagai peserta calon kepala daerah di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar dalam Pilkada Serentak 2020.

Calon Bupati Blitar Rijanto mengatakan pendaftaran ini berlangsung dengan tertib dan lancar. Semua pimpinan partai yang mendukung termasuk simpatisan juga ikut serta.

"Kami diantar semua pimpinan partai pengusung dan teman simpatisan. Alhamdulillah setelah melalui penelitian berkas semua diterima. Kami tidak ada strategi khusus, namun berniat menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai lima tahun ini," kata Rijanto yang juga petahana Bupati Blitar ini di Blitar, Jumat.

Petahana calon kepala daerah ini berangkat dengan jalan kaki dari posko pemenangan di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jatim menuju kantor KPU Kabupaten Blitar. Jaraknya hanya sekitar 1 kilometer.

Pasangan ini juga diiringi ratusan simpatisan serta para kader partai koalisi. Pasangan Rijanto - Marhaenis tersebut diusung enam partai politik yakni PDIP, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Demokrat, Gerindra dan PPP.

Setelah dilakukan pengecekan, berkas pasangan itu diterima oleh petugas KPU Kabupaten Blitar dan dilakukan penyerahan tanda diterimanya persyaratan pasangan calon kepala daerah ini.

Sementara itu, sesuai dengan jadwal verifikasi syarat dukungan pencalonan dilakukan mulai 4-6 September 2020. Pengumuman dokumen pasangan calon dan dokumen calon di laman KPU sekaligus tanggapan dan masukan masyarakat dilakukan pada 4-8 September 2020. Selanjutnya, pemberitahuan hasil verifikasi dilakukan pada 13-14 September 2020.

Pasangan Rijanto - Marhaenis sebelumnya merupakan calon tunggal di Pilkada 2015. Pasangan ini memenangkan pilkada yang digelar serentak, 9 Desember 2015.

Pasangan itu mendapatkan suara "setuju" sampai 428.075 pemilih atau 84,90 persen, sementara yang memilih "tidak setuju" hanya 15 persen atau 76.121 pemilih, sehingga jumlah keseluruhan total yang memberikan hak suara adalah 504.196 pemilih.

Namun, di Pilkada Kabupaten Blitar 2020, dimungkinkan tidak lagi ada calon tunggal. Sejumlah partai memberikan rekomendasi dukungan kepada Rini Syarifah dan Rahmad Santoso yang akan maju di Pilkada Kabupaten Blitar.

Salah satu partai yang memberikan dukungan dan rekomendasi pada pasangan Rini Syarifah dan Rahmad Santoso adalah PKB. Bahkan, pasangan ini juga telah diajak sowan (silaturahmi) ke kiai NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada akhir Agustus 2020 oleh DPW PKB Jawa Timur.

Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar saat acara tersebut mengatakan para kiai memberikan tausiyah bagaimana cara seseorang memimpin. Mereka harus berpihak pada rakyat, siapapun rakyatnya.

Pihaknya juga optimistis PKB akan meraih suara yang signifikan di Pilkada 2020. Seluruh calon kepala daerah yang diusung dari PKB sebelumnya telah dilakukan survei dan suara mereka cukup bagus.

"Semua (potensi suara) besar. Sekarang, Kabupaten Kediri jelas, Kota Blitar jelas, Kabupaten Blitar, Tuban, Lamongan, hampir semua," kata Gus Halim yang juga anggota kabinet di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Baca juga: Bawaslu Kabupaten Blitar temukan calon PPK diduga anggota partai

Baca juga: KPU Blitar lakukan simulasi pemungutan suara pilkada dengan APD

Baca juga: Bawaslu Kabupaten Blitar temukan dugaan pelanggaran saat coklit
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020