Jumlah kasus positif COVID-19 di Klaten bertambah 4 jadi 206 orang

Jumlah kasus positif COVID-19 di Klaten bertambah 4 jadi 206 orang

Ilustrasi-Penyemprotan disinfektan oleh petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Klaten. (ANTARA/Aris Wasita)

Klaten (ANTARA) - Jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bertambah empat sehingga secara kumulatif menjadi 206 orang hingga Minggu.

"Ada penambahan empat orang terkonfirmasi positif COVID-19. Mereka ini dari Kecamatan Wonosari, Delanggu, Manisrenggo dan Prambanan," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Klaten Cahyono Widodo di Klaten, Minggu.

Ia mengatakan untuk pasien baru dari Kecamatan Wonosari ini berjenis kelamin laki-laki berusia 54 tahun.

Baca juga: Klaten dan Solo catat penambahan pasien sembuh dari COVID-19

Cahyono mengatakan pasien tersebut berprofesi sebagai karyawan dan dimungkinkan tertular pada saat melakukan aktivitasnya sehari-hari di Klaten.

Selanjutnya pasien dari Kecamatan Delanggu berjenis kelamin perempuan berusia 43 tahun. Sedangkan pasien dari Kecamatan Manisrenggo berjenis kelamin perempuan berusia 26 tahun dan pasien yang berasal dari Prambanan berjenis kelamin laki-laki berusia 37 tahun.

"Ketiganya ini juga berprofesi sebagai karyawan swasta dan kemungkinan tertular COVID-19 saat sedang melakukan pekerjaan mereka," katanya.

Baca juga: Ada empat tambahan, positif COVID-19 di Klaten-Jateng naik 158 kasus

Ia mengatakan saat ini pasien yang berasal dari Kecamatan Wonosari tersebut sedang menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi Surakarta. Sedangkan tiga yang lain sedang menjalani isolasi di Rumah Sehat COVID-19 Edotel Klaten.

Sementara itu, selain penambahan kasus positif, dikatakannya, terdapat satu orang pasien dinyatakan sembuh. Ia mengatakan untuk pasien sembuh ini berasal dari Kecamatan Karangdowo.

Baca juga: Gugus Tugas Sleman catat 313 pasien positif COVID-19 dinyatakan sembuh

"Sebelumnya pasien ini dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 sejak 10 Agustus 2020 dan telah menjalani perawatan di RSUD Moewardi Surakarta. Dari hasil evaluasi pengobatan dengan pemeriksaan spesimen dari pasien tersebut menunjukkan negatif sehingga pasien dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang," katanya.

Ia mengatakan meskipun sudah diperbolehkan pulang, pasien diminta untuk melakukan isolasi mandiri minimal tujuh hari.

Pihaknya mencatat dengan penambahan tersebut hingga saat ini sebanyak 45 orang pasien menjalani perawatan, 152 orang sembuh, dan 9 orang meninggal dunia.

Baca juga: Kerabat Keraton Solo revitalisasi Pesanggarahan Langenharjo
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020