Bupati Wondama: Pilkada jangan sampai merusak hubungan keluarga

Bupati Wondama: Pilkada jangan sampai merusak hubungan keluarga

Bupati Teluk Wondama, Bernadus Imburi (tengah) pada peluncuran pilkada serentak 2020, Sabtu (8/2) (Antara/Toyiban)

Wasior, Teluk Wondama (ANTARA) - Bupati Teluk Wondama Bernadus Imburi menginginkan pilkada serentak tahun 2020 berlangsung damai agar jangan sampai merusak hubungan keluarga maupun persaudaraan.

"Hubungan sebagai kakak adik, saudara sepupu, om atau tante dan keponakan, juga antar keluarga besar tidak boleh terkoyak hanya karena perbedaan pilihan politik dalam pilkada. Jangan sampai itu terjadi," ucap bupati di Wasior, Minggu.

Baca juga: KPU Teluk Wondama siap laksanakan Pilkada serentak 2020

Baca juga: Legislator minta pemda fokus tata sungai di Wondama-Papua Barat

Baca juga: Pilkades 12 kampung di Wondama menuai gugatan


Untuk itu, Imburi mengajak semua calon kontestan pilkada 2020 termasuk masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pilkada yang jujur, adil, dan bermartabat.

“Kita tidak saling menghujat, tidak saling menghina, tidak saling menjatuhkan. Sebab tidak ada mantan adik, mantan kakak, mantan om. Karena nilai itu lebih penting daripada jabatan yang akan berakhir dalam 5 tahun,“pesan Imburi.

Imburi juga menyerukan kepada semua pemangku kepentingan di Teluk Wondama agar ikut berpartisipasi menyukseskan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin daerah itu.

“Saya mengajak semua komponen masyarakat bergandengan tangan untuk melaksanakan pilkada dengan damai, bermartabat, suka cita dan juga gembira,“ kata Imburi.

Ketua KPU Provinsi Papua Barat dalam kesempatan sebelumnya berpesan kepada jajaran KPU Teluk Wondama agar menjalankan semua tahapan pilkada dengan baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan demi mewujudkan Pilkada yang beintegritas, jujur dan adil.

“Integritas itu adalah apa yang dibicarakan itu juga yang dilaksanakan. Jangan latihan lain main lain. Itu inti dari integritas. Jadi saya pesan kepada KPUD Teluk Wondama camkan itu dalam diri dan wujudkan dalam tindakan,“ kata Atkana.
Pewarta : Toyiban
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020