Guru besar: Terapkan sistem rangka atasi bangunan ambruk

Guru besar: Terapkan sistem rangka atasi bangunan ambruk

Guru besar bidang arsitektur dari Universitas Indonesia Profesor Paramita Atmodiwirjo memperlihatkan desain sekolah Indonesia cepat tanggap di Jakarta. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Guru besar bidang arsitektur dari Universitas Indonesia Profesor Paramita Atmodiwirjo menyarankan agar pembangunan sekolah-sekolah di Tanah Air menerapkan konsep atau sistem rangka untuk meminimalisasi bangunan ambruk.

"Mungkin sebagai contoh sistem yang kami tawarkan dalam sekolah Indonesia cepat tanggap dapat diterapkan untuk mengurangi risiko kebencanaan," kata dia di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Bangunan sekolah ambruk di Pasuruan direnovasi 2012

Pembangunan sekolah Indonesia cepat tanggap menggunakan struktur sistem rangka sehingga penyambungannya bisa merespon serta bertahan apabila terjadi gempa bumi. Kemudian material yang digunakan yaitu rangka baja, semen fiber dan dipasang sesuai kebutuhan.

"Jadi bangunan itu hanya goyang dan tidak ambruk ini yang kita tawarkan," kata dia.

Baca juga: Mendikbud tinjau sekolah ambruk di Pasuruan

Bangunan sekolah menggunakan sistem rangka itu telah teruji di beberapa daerah terdampak bencana alam yaitu Lombok Barat, Palu, Kabupaten Sigi, dan Sumbawa pada 2018.

Hingga kini, bangunan tersebut masih berdiri kokoh meskipun sempat diguncang gempa bumi beberapa kali pascadibangun.

"Tetapi dalam skala atau tingkat tertentu juga ya," katanya.

Saat gempa Palu pada umumnya bangunan yang ambruk tersebut menggunakan bahan atau material batu, beton dan bata sehingga langsung runtuh dan menimpa masyarakat.

"Bangunan yang kita rancang ini bisa lebih memberikan rasa aman kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Hendri D.S Budiono mengatakan pembangunan sekolah Indonesia cepat tanggap merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.

"Kontribusi ini lebih kepada menghadapi dan kesiapan terhadap bencana alam dengan mendirikan bangunan yang ramah," katanya.

Sekolah Indonesia cepat tanggap tersebut diinisiasi oleh dua guru besar teknik asal Universitas Indonesia yaitu Profesor Yandi Andri Yatmo dan Profesor Paramita Atmodiwirjo.

Baca juga: Polri menggandeng ahli dari PUPR telisik spesifikasi bangunan SD roboh
Baca juga: Polisi periksa Bupati Pasuruan terkait penyelidikan sekolah ambruk
Baca juga: PII Jatim dorong pemerintah investigasi sekolah ambruk di Pasuruan
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019