Menjajal KA Bandara Soekarno Hatta dari Manggarai

Menjajal KA Bandara Soekarno Hatta dari Manggarai

Petugas bersiap menjalankan KA Bandara dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Bandara Internasional Soekarno Hatta, Selasa (9/10/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Akhir pekan ini mau kemana gaizz.., liburan atau ada yang lagi dinas luar kota? Sudah coba Kereta Api (KA) Bandara dari Stasiun Manggarai belum?

Sudah satu pekan ini Stasiun Manggarai menyediakan layanan KA Bandara dengan rute Manggarai-Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), sejak saat itu layanan ini mudah diakses tidak hanya bagi warga Jakarta tetapi juga bagi masyarakat dari Bekasi, Cikarang, Depok dan juga Bogor.

Cukup dengan menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter line dari kota masing-masing, lalu turun di Stasiun Manggarai, salah satu stasiun transit terbesar yang ada di wilayah Jakarta.

Wakil Kepala Stasiun Manggarai, Nurcholis mengatakan sudah sejak zaman Belanda Stasiun Manggarai dibuat sebagai stasiun transit KRL dari berbagai kota khususnya Jabodetabek.

"Stasiun transit itu ada beberapa yakni Stasiun Manggarai, Jatinegara dan Tanah Abang, hanya saja Manggarai jadi stasiun transit utama semua kereta bertemu atau transit di sini," kata Nurcholis.

Dibukanya layanan naik turun penumpang di Stasiun Manggarai semakin mematangkan persiapan Manggarai sebagai stasiun hub yakni persinggahan persimpangan utama di DKI Jakarta. Yang artinya, kereta jarak jauh, KRL, hingga kereta bandara akan wajib berhenti di Stasiun Manggarai.

Operasional awal layanan KA Bandara di Stasiun Manggarai diluncurkan secara resmi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu (5/10) pekan lalu.

Menteri Budi mengatakan beroperasinya layanan KA Bandara dari Stasiun Manggarai menjadi moda transportasi alternative bagi penumpang dari Bekasi, Depok, Cikarang dan Bogor untuk mengakses Bandara Soekarno-Hatta.

"Penumpang merespon baik, kalau berangkat dari Manggarai berarti ‘point to point’ karena masyarakat dari Bekasi, Cikarang, dan Depok bisa mengakses, karena Manggarai jadi setral perjalanan mereka," kata Menteri Budi, Sabtu itu.
Loby Barat Stasiun Manggarai Jalan Dr Saharjo I dekat Pasaraya, pintu khusus masuk bagi penumpang KA Bandara Soetta, (9/10/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Operasional KA Bandara

Sebelumnya layanan kereta listrik menuju Bandara Soekarno Hatta hanya bisa dicapai melalui Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Duri, dan Stasiun Batu Ceper, terhitung mulai 2 Januari 2018, setelah dilakukan uji coba Desember 2017.

Setelah hampir 1,5 tahun berjalan kini masyarakat bisa mengakses KA Bandara dari Stasiun Manggarai, layanan ini tersedia di peron sembilan dan sepuluh.

Untuk mengakses layanan ini sebenarnya ada tiga pilihan yang bisa dicoba oleh commuters atau pengguna, tetapi PT Railink sebagai pengelola merekomendasikan dua akses saja yakni transit menggunakan KRL atau lewat Lobi Barat Stasiun KA Bandara Manggarai yang ada di Jalan Dr Saharjo 1 arah Pasaraya.

Selasa (9/10) ketiga Antara menjajal KA Bandara dari Stasiun Manggarai, pilihan ketiga yang mungkin dicoba oleh pengguna adalah lewat pintu utama Stasiun Manggarai. Pilihan ini akan merepotkan bagi yang membawa barang banyak.

Biasanya akses pintu utama Stasiun Manggarai digunakan oleh para commuter yang akan menggunakan KRL Jabodetabek, tapi juga pengguna KA Bandara juga bisa mengakses cukup dengan sekali ‘tap’ tiket elektronik atau uang elektronik hanya dikenai Rp1 rupiah saja.

Pintu masuk utama Stasiun Manggarai tidak dilayani oleh moda transportasi publik seperti onjek ‘online’ ataupun transportasi terintegrasi lainnya, akses ini hanya cocok untuk warga lokal menggunakan kendaraan pribadi atau ojek pangkalan.

"Ada tiga pilihan akses KA Bandara, bisa transit dari Manggarai, lewat Lobi Barat samping Pasaraya, atau lewat pintu utama cuma dikenai tarif Rp1 rupiah saja," kata Wakil Kepala Stasiun Manggarai, Nurcholis.

PT Railink merekomendasikan dua pilihan masuk karena pengguna tidak perlu direpotkan menyeberangi persimpangan (crossing) rel kereta untuk mencapai peron sembilan dan sepuluh yang berada di sisi barat Stasiun Manggarai.

Stasiun Manggarai juga sudah memiliki jalan tembusan bawah (underpass) untuk mobilitas pengguna KRL berpindah dari satu peron ke peron lainnya tanpa harus menunggu kereta yang parkir.
Peron sembilan di Stasiun Manggarai akses masuk bagi pengguna KRL commuter line yang ingin menggunakan layanan KA Bandara, (9/10/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)


Aksesibilitas kereta

Pengguna KA Bandara yang berasal dari transit KRL commuter line setelah turun dari kereta di Stasiun Manggarai bisa langsung berpindah menuju peron sembilan dan sepuluh yang barada sisi barat.

Bagi yang sudah melakukan pembelian tiket KA Bandara secara 'online' dapat mencetak tiket terlebih dahulu di mesin pembelian tiket (vending machine) yang tersedia di Stasiun Manggarai.

Jika sudah memiliki cetakan tiket, pengguna tinggal ‘tap out’ di mesin portabel yang ada di pintu peron sembilan masuk menuju KA Bandara. Jangan khawatir ada petugas yang akan membantu mengarahkan penumpang KRL untuk ‘tap out’ dan menscan barcode tiket KA Bandara.

Sedangkan untuk penumpang yang belum memiliki tiket, setelah ‘tap out’ terlebih dahulu, langsung naik lantai dua untuk membeli tiket, tersedia escalator dan lift yang bisa diakses oleh penyandang disabilitas.

Di lantai dua tersebut tersedia sejumlah mesin pembelian tiket, pembayarannya dilakukan secara elektronik dengan pilihan debit kredit atau prabaya (prepaid) menggunakan uang elektronik.

Untuk mengakses mesin pembelian tiket ini cukup mudah, komputer layar sentuh tersebut menyediakan menu pilihan pembelian tiket, jika kesulitan ada petugas layanan KA Bandara yang siap membantu pengguna.

Berikut tahapannya : tekan pilihan ticket pada layar, lalu muncul pilihan buy ticket atau beli tiket. Pilihlah tiket regular atau regular ticket. Setelah itu tampilan gambar berpindah kepada slide berikutnya yakni tujuan keberangkatan, tampilannya seperti gambar ular tangga.

Dari Stasiun Manggarai pengguna dapat memilih Stasiun Soetta sebagai tujuan pilihan dengan memecet tombol pada layar sentuh bertuliskan Stasiun Soetta. Begitu juga sebaliknya dari Stasiun Soetta-Stasun Manggarai.

Selanjutnya tampilan layar berubah menampilkan pilihan jadwal kereta yang akan dinaiki, total ada 34 perjalanan dengan nomor KA serta jam keberangkatan.

Pengguna tinggal menekan salah satu pilihan jadwal keberangkatan secara otomatis sistem akan memproses pesanan, jangan lupa untuk memasukkan pilihan jumlah orang, selanjutnya baru menekan tombol booking.

Sebelum pembayaran dilakukan, sistem pada mesin akan meminta nomor telepon pemesan terlebih dahulu, hal ini untuk memudahkan pihak KA menghubungi pengguna jika keretanya sudah tiba.

Setelah memasukkan nomor telepon, tinggal tekan tombol next atau berikutnya, dan pilihan transaksi pembayaran. Untuk pembayaran menggunakan uang elektronik tinggal menekan tombol prepaid, begitu juga untuk debit kredit.

Setelah pembayaran dilakukan tiket akan keluar secara otomatis dari mesin print, ada dua lembar kertas yang dicetak pertama tiket dan yang kedua bukti pembayaran.

Jika sudah terbiasa beli tiket kurang dari lima menit, pengguna bisa menuju kereta di peron sembilan, petugas dengan mesin scanner portable akan memeriksa tiket setelah itu silahkan turun menggunakan lift atau tangga berjalan.

Untuk pengguna dari Lobi Barat Stasiun Bandara Stasiun Manggarai lebih simple karena langsung diarahkan ke lantai dua tempat ruang tunggu dan pembelian tiket, naiknya bisa menggunakan tangga berjalan atau lift juga tersedia.

Harga tiket KA Bandara saat ini masih promosi dibandrol Rp40 ribu, promo ini akan berakhir pada tangngal 31 Oktober 2019. Setelah promo berakhir tiket regular kembali normal Rp70 ribu per orang.

KA Bandara tidak hanya melayani penumpang dengan tujuan akhir Bandara Soetta tapi juga penumpang umum KRL yang ingin Sudirman maupun Duri, dan Batu Ceper setiap harinya. KA Bandara jadi pilihan commuters menuju Stasiun Sudirman Baru dan Duri dengan fasilitas seperti kereta eksekutif.

Tarif pengguna umum ini masih promo yakni Rp10 ribu bagi penumpang dari Stasiun Manggarai-Stasiun Sudirman Baru, normalnya Rp35 ribu.
Untuk penumpang yang turun di Stasiun Duri tarifnya Cuma Rp15 ribu, dan untuk sampai Stasiun Batu Ceper Rp40 ribu.

"Prioritas utama penumpang Bandara Soetta, tapi KA Bandara juga melayani penumpang commuter," kata Vice President Commercial PT Railink, Fitri Kusumo Wardhani.
Pengguna KA Bandara memperlihatkan tiket setelah melakukan pembelian dari mesin tiketing di Stasiun Bandara Soetta, (9/10/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Perjalanan 57 menit

KA Bandara ini memiliki enam rangkaian dengan kapasitas 272 kursi untuk satu kali keberangkatan. Total ada 68 perjalanan setiap harinya pulang pergi dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Bandara Soetta dan sebaliknya.

Keberangkatan paling pagi dari Stasiun Manggarai mulai pukul 05.10 WIB dan paling akhir pukul 21.40 WIB. Sedangkan dari Stasiun Soetta mulai pukul 06.07 WIB sampai 22.35 WIB.

KA Bandara tersedia setiap 30 menit sekali dengan lama waktu tempuh kurang dari satu jam atau antara 47 menit sampai dengan 57 menit.

Pada kereta pertama dan keenam tersedia layanan kursi bagi penyandang disabilitas. Di kereta pertama dan keenam juga tersedia toilet dan tempat mengganti popok bayi.

Setiap kereta tersedia bagasi atau tempat menyimpan barang bawaan seperti tas travel atau lainnya. Tapi pengguna juga bisa meletakkan tas di dekat kursi, karena jarak antar kursi memiliki ruang yang cukup luas dan nyaman bagi pengguna.

Dalam KA Bandara memang tidak tersedia terminal listrik untuk mengisi daya ponsel, selama 57 menit perjalanan pengguna bisa menggunakan waktu untuk melihat pemandangan dari kaca jendela yang ukurannya lumayan lebar, membaca buku, menyelesaikan tugas kantor atau tidur.

Berbagai fasilitas penunjang tersedia di Stasiun KA Bandara Stasiun Manggarai maupun Stasiun Soetta, seperti ruang tunggu dengan kursi dan pendingin ruangan yang sekelas ruang tunggu bandara.

Kelengkapan fasilitas penunjang seperti kios belanja, dan makanan ada di Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Manggarai masih disiapkan.
Sedangkan di Stasiun Soetta fasilitas penunjang sudah tersedia baik, seperti stasiun pengisian air minum, kios belanja makanan, toko buku dan ruang tunggu yang luas dengan kursi yang empuk dengan berbagai pilihan.
Pengguna KA Bandara menikmati perjalan dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Bandara Soeta, (9/10/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Skytrain penghubung antar terminal bandara

Setelah menempuh perjalanan selama 57 menit penumpang akan tiba di Stasiun Bandara Soetta, tidak seperti moda transportasi darat yakni bus, pengguna bisa langsung turun di masing-masing terminal sesuai maskapai yang digunakan.

Baca juga: RAILINK tanggapi permintaan warga Bekasi membuka jalur bandara

Baca juga: KA Bandara layani 68 perjalanan setiap hari

Baca juga: Penumpang kereta Bekasi minta buka kembali jalur bandara


Khusus pengguna KA Bandara untuk mencapai terminal keberangkatan harus melanjutkan perjalanan menggunakan Skytrain atau kereta layang. Di sini pengguna harus bisa menyediakan waktu cukup agar tiba di bandara tepat waktu.

Stasiun Bandara Soetta terhubung langsung dengan kereta layang, untuk mengaksesnya pengguna bisa berjalan keluar menuju lobi Stasiun Bandara, setelah melakukan pemeriksaan tiket keluar terlebih dahulu.

Petugas akan mengarahkan pengguna naik ke lantai dua menggunakan escalator atau lift, fasilitas ini bisa diakses bagi penyandang disabilitas baik yang menggunakan kursi roda maupun tongkat.

Sebagai kereta penghubung, Skytrain gratis bagi pengguna KA Bandara maupun lainnya. Kereta layang ini tersedia setiap 15 menit sekali, terdiri atas satu rangkaian. Tersedia kursi tempat duduk dan ruang berdiri dengan pegangan tangan yang memadai, lama tempuh waktu ke setiap terminal juga kurang dari lima menit.

Dari atas Skytrain kita bisa merasakan keseruan melintas di atas jalan layang bandara melihat pemandangan bandara yang luas bisa juga melihat langsung pengemudi skytrain menggerakkan moda transportasi terpadu tersebut.

Riksa Fitria Imania (40) warga Kota Bogor merasakan keseruan pertama kalinya menaiki KA Bandara dari Stasiun Manggarai hingga sampai di Terminal 2f Bandara Soetta.

Menurut dia, KA Bandara bisa menjadi alternative warga untuk menuju Bandara selain menggunakan bus. Selain jadwalnya yang tepat waktu, pengguna punya kepastian tiba bandara tepat waktu. Riksa berangkat dengan kereta pukul 09.40 WIB dari Manggarai, tiba di Bandara Soetta 10.38 WIB

"Jadi tidak ada cerita lagi ketinggalan pesawat karena kena macet di Jakarta," kata Riksa.

Bagi pengguna yang baru mendarat dari Bandara Soetta prosedurnya juga sama, bedanya ketika sampai di Stasiun Manggarai, pengguna bisa langsung 'tap in' untuk bisa mengakses KRL commuter line begitu keluar dari KA Bandara.
Pemandangan dari dalam kereta layang atau Skytrain di Stasiun Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (9/10/2019). Kereta ini melayani penumpang menuju masing-masing terminal yang ada di Bandara Soetta. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Target KA Bandara

Sejak hari pertama pengoperasian KA Bandara dari Stasiun Manggarai menuju Soetta tanggal 5 Oktober jumlah penumpang mencapai 3.938 penumpang. Jumlah itu meningkat hari kedua, Minggu (6/10) yakni 4.271 penumpang.

Peningkatan jumlah penumpang terlihat di hari-hari berikutnya yakni 5.684 penumpang pada Senin (7/10), lalu 5.631 penumpang di hari Selasa (8/10), hingga Rabu (9/10) mencapai 6.058 penumpang.

Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto berharap adanya kenaikan jumlah penumpang setelah akses KA Bandara dibuka dari Stasiun Manggarai.

"Setidaknya dengan buka akses ini ada peningkatan, walaupun enggak sampai 50 persen karena kita nanti yang dari Bogor bisa naik KA Bandara dari Manggarai," kata Heru.

Jika Singapura memiliki Bandara Changi dengan segala fasilitasnya yang wah, tentunya Indonesia dengan segala kelengkapan sumber dayanya bisa menyainginya.

Seperti yang disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono pada 2013 lalu, pembangunan moda transportasi KA menuju dan dari Bandara Soetta dilakukan antara lain agar dapat menyaingi layanan transportasi yang telah dibangun di Bandara Changi milik negara Singa putih tersebut.

 
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019