“Ini bukan angka mutlak dan bisa berubah. Dengan produksi harian sekitar 600 ribu barel, cadangan tersebut hanya cukup untuk enam hingga tujuh tahun jika tidak ada penemuan baru. Inilah pentingnya kegiatan eksplorasi,” ujarnya.
Edy menyebut bahwa fokus prioritas eksplorasi saat ini diarahkan ke kawasan Indonesia Timur yang dinilai memiliki risiko geologi yang masih tinggi sehingga pelaku usaha belum banyak melakukan investasi.
“Karena wilayah Indonesia Barat sudah relatif padat eksplorasi, pemerintah menggeser fokus ke Indonesia Timur. Dengan intervensi pemerintah berupa data geologi ini diharapkan lebih banyak perusahaan tertarik untuk berinvestasi di wilayah timur,” katanya.
Baca juga: Badan Geologi mengidentifikasi potensi migas di Lariang Enrekang
Baca juga: Badan Geologi sebut Indonesia memiliki potensi 108 cekungan migas
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Badan Geologi ajak investor eksplorasi 108 cekungan gali potensi migas
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026